Pendidikan & Kesehatan

65 Ribu Peserta JKN KIS di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban Nunggak, Total Rp 40 Miliar Belum Terbayar

Kepala Cabang BPJS Kabupaten Bojonegoro, Janoe Tegoeh Prasetijo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hingga saat ini Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Bojonegoro mencatat ada sekitar 65 ribu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang masih menunggak pembayaran iuran. Sehingga total ada sekitar Rp40 miliar belum terbayakan.

Kepala Cabang BPJS Kabupaten Bojonegoro, Janoe Tegoeh Prasetijo mengatakan, tunggakan pembayaran iuran tersebut terjadi selama masa pandemi Covid-19. Sebagian besar yang mengalami tunggakan merupakan peserta mandiri dan Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha Swasta.

“Dampak Covid-19 ini seperti diketahui badan usaha swasta ada beberapa yang tutup dan tidak beroperasi sehingga karyawannya banyak yang dirumahkan, bahkan ada juga yang di PHK. Sedangkan untuk peserta mandiri juga banyak yang menunggak,” ujarnya Kamis (30/7/2020).

Beberapa peserta yang menunggak iuran itu, dengan rincian, ada sebanyak 157 badan usaha swasta yang ada di Bojonegoro dengan nilai tunggakan sebesar kurang lebih Rp937 juta dan sebanyak 197 badan usaha di Kabupaten Tuban dengan nilai tunggakan sebesar Rp780 juta.

Sementara peserta golongan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang nunggak dari kelas 1 sampai kelas 3 total sekitar 68 ribu peserta dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, dengan total tunggakan sekitar kurang lebih Rp 40 miliar. “Rinciannya 29 ribu peserta dari Bojonegoro, dengan nilai Rp19 miliar,” terangnya.

Sekadar diketahui, saat ini jumlah peserta JKN KIS secara keseluruhan untuk Kabupaten Bojonegoro ada sekitar 1,3 juta, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk sudah mencapai 98,6 persen. Sedangkan di Kabupaten Tuban jumlah peserta JKN KIS sebanyak 860.000 peserta, atau 66,6 persen. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar