Pendidikan & Kesehatan

Pembuatan Shelter Ditolak Perajin, Satgas Akan Beri Pemahaman

Sekda Agus Pramono(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Polemik penolakan pembuatan shelter di salah satu gedung di sentra industri kecil menengah (IKM) Kampung Reyog, membuat tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo prihatin. Mereka berencana akan menyadarkan semua pihak. Bahwa rencana pembuatan shelter ini merupakan untuk kepentingan masyarakat.

“Saya sudah meminta Kepala Perdakum untuk mengumpulkan perajin, untuk diberi pemahaman,” kata Sekda Agus Pramono, Jumat (18/12/2020).

Kalau nanti sudah diberi pemahaman masih belum terima, tim satgas kabupaten, kata Agus akan kembali mengundang para perajin tersebut. Sebab, memang tidak ada pilihan lain selain di situ. Sementara kasus Covid-19 di bumi reyog meningkat terus. Shelter dan ruang isolasi di rumah sakit rujukan sudah penuh.

“Gedung itu sudah kami pertimbangkan dari sisi medis dan kesehatannya,” kata Agus.

Agus menjelaskan jika nanti yang dipakai gedung yang paling timur. Dan masih sangat aman untuk teman-teman perajin. Nantinya akan diberi pembatas yang tinggi dan pintu masuknya pun dipisah.

“Jadi akan kami buat pintu masuk shelter itu lewat sub terminal Tambakbayan, bukan lewat barat tempat masuk sentra IKM,” katanya.

Sehingga adanya shelter itu nantinya tidak akan menggangu produksi perajin. Sampai saat ini, Agus mengaku belum ada opsi lain terkait shelter tersebut. Di sana nantinya bisa memuat 100 pasien isolasi.

“Upaya tetap akan kami lakukan, sebab ini misi kemanusiaan,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar