Pendidikan & Kesehatan

44.9 Juta Masyarakat Indonesia Percaya Tak Akan Terpapar Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 belum berakhir dan bahkan telah mencapai 300 ribu lebih masyarakat yang telah terpapar. Namun kenyataannya terdapat 44,9 juta masyarakat Indonesia yakin kebal atau merasa tidak akan tertular Covid-19.

Data ini disampaikan langsung dalam Talk Show 9 Oktober 2020 di Media Center Satgas Covid BNPB Pusat Jakarta, yang diambil dari data Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020. Dalam survei tersebut BPS menemukan 17 persen orang Indonesia yakin tidak akan terpapar Covid-19. Angka ini setara dengan 44,9 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia saat ini 270 juta orang.

Terkait hal itu, Doni Monardo, selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19/Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan bahwa survei awal sudah dilakukan oleh Balitbankes Kementerian Kesehatan pada awal Juni lalu, ditemukan terdapat 5 Provinsi dengan keyakinan masyarakat tidak akan tertular Covid-19 yakni: DKI Jakarta 30 persen, Jawa Tengah 29 persen, Jawa Tengah 18 persen, Jawa Barat 16 persen dan Kalimantan Selatan 14 persen.

Tetapi data terakhir yang dihimpun oleh BPS secara nasional ternyata masih ada 17 persen masyarakat Indonesia yang mengisi responden ‘Sangat Tidak Mungkin + Tidak Mungkin’ akan terpapar Covid-19.

“Angka 17 persen ini sangat sangat tinggi karena dengan jumlah penduduk kita 270 juta orang, setara dengan 44.9 juta orang. 44.9 orang merasa yakin atau sangat yakin tidak terpapar Covid-19. Ini adalah sebuah tantangan yang harus kita hadapi, mungkin masalah pertama adalah sosialisasi, mungkin masih banyak orang yang belum mendapatkan informasi yang utuh dari Covid ini,” ujar Doni.

Angka yang di dapat BPS ini dikatakan telah cukup akurat mengingat presidennya mencapai angka yang cukup besar yakni 90.967 orang. Dalam data survei BPS tersebut 3 daerah teratas ditempati Maluku sebanyak 29 persen, Sulawesi Utara sebanyak 27.66 persen dan Bengkulu.

Selain itu Bali juga menjadi salah satu daerah yang mendapat highlight karena Bali yang saat ini menempati urutan ke 11 dengan 20.78 persen dalam survei tersebut diharapkan bisa menjadi daerah percontohan dalam pengendalian Covid.

“Karena tradisi yang sangat kuat dalam keseharian masyarakat Bali kita harapkan motor dan pelopor. Kita sengaja meminta bapak Gubernur Bali untuk melibatkan lebih banyak lagi komponen masyarakat. Karena dengan lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat maka akan meningkatkan kesadaran,” tambahnya.

Untuk itu Doni mengatakan bahwa saat ini Satgas telah mengupayakan program pemerintah dengan dewan pers dan organisasi media massa yang ada untuk program perubahan perilaku dalam penangkalan berita hoax tentang Covid-19.

“Usaha yang sinergi dari Pemerintah dan media ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa Covid-19 ini nyata, Covid-19 bukan konspirasi. Ditingkat global kematian akibat Covid-19 telah mencapai lebih 1 juta dan yang terpapar telah mencapai 35 juta, ditingkat nasional juga yang terpapar mencapai 300 ribu dan yang meninggal 11 ribu termasuk para dokter,” tegas Doni.

Untuk itu Doni pun menyampaikan bahwa penting untuk pihak pihak berwenang dalam menegaskan sanksi yang telah ditetapkan kepada mereka yang melanggar protokol pencegahan Covid-19. “Pemerintah telah menerbitkan Inpres no 6 tahun 2020 tentang sanksi bagi mereka yang melanggar protokol pencegahan Covid-19. Kita mengapresiasi mereka yang menerapkan sanksi ini untuk menekan angka penularan Covid-19,” tambahnya.

Keyakinan yang keliru ini tentu sangat membahayakan. Apalagi bila melihat statistik bahwa 85 persen penderita Covid-19 masuk dalam kelompok orang tanpa gejala (OTG). Kombinasi keduanya sungguh akan menjadikan OTG sebagai “pembunuh dalam diam” bila mereka menularkan pada orang-orang yang punya penyakit bawaan (komorbid).

Komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan jantung memiliki risiko fatal bila terjangkit Covid-19. Jadi, tidak ada pilihan bagi kita untuk menghentikan penularannya dengan cara mengubah perilaku sesuai protokol. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar