Pendidikan & Kesehatan

6000 Anak Lakukan Pemeriksaan Mata, Pecahkan Rekor Muri

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 6000 siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya (MUDIPAT) melakukan pemeriksaan mata selama tiga hari berturut-turut (29,30,31/7/2019). Pemeriksaan mata kepada 6000 siswa ini menjadi yang terbanyak yang pernah dilakukan di Indonesia dan berhasil meraih Rekor Muri.

Dihadiri oleh Arumi Bachsin, ibu Wakil Gubernur Jatim dan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, kegiatan ini pun melalui kerjasama bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair). Menurut Linda Trihayiningtyas, dokter dari FK Unair yang mendampingi untuk siswa kelas 4, 5 dan 6 juga diberikan penyuluhan terkait kesehatan mata.

Arumi dan Whisnu Sakti berikan kaca mata gratis kepada siswa sekolah dasar

Sugiono, salah satu koordinator tim pemeriksa mata dari Ikatan Refaksionis Optisies Indonesia, mengatakan bahwa setidaknya ada 20 persen siswa yang memiliki gangguan pengelihatan seperti minus ataupun silinder.

“Perseribu siswa diperiksa setidaknya ada 20 persen yang sudah diperiksa matanya mengalami gangguan,” ujar Sugiono.

Ia juga mengatakan bahwa angka tren ini naik dari yang biasanya hanya 10 persen per 1000 anak. Hal tersebut dikarenakan budaya gadget yang sudah masuk ke dunia anak-anak. Saat ini anak usia sekolah dasar setidaknya sudah terpapar gadget.

“Ketika saya tanya, pasti rata rata karena main gadget,” ungkapnya.

Seperti halnya Azwar Ghania (11) siswa MUDIPAT yang mengalami minus 8 dan sudah lama memakai kacamata, ia mengaku bahwa memang sudah mengalami penurunan pengelihatan sejak dini, tetapi ia juga tidak lepas dari paparan gadget.

Aqila Nuranayyara (10) sebelum nya tidak menyadari jika dirinya mempunyai minus 3 dari hasil pemeriksaan mata hari ini, meskipun sebelumnya ia juga sudah mengeluhkan pengelihatan yang buram.

“Belum tahu sebelumnya kalau ada minus, mau diperiksakan orang tua Jumat depan karena mata buram, ternyata sudah minus 3,” kata gadis berkerudung ini.

Aqila mengaku, dirinya kerap memakai gadget berjam jam sehingga jika membaca dari jauh akan kesusahan keliatan. Kegiatan CSR ini pun memastikan setidaknya untuk 1200 anak yang mengalami gangguan pengelihatan akan mendapatkan kaca mata gratis. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar