Pendidikan & Kesehatan

Ada Kuota Khusus, Anak Nakes Bisa Pilih Sekolah

Bupati Ipong Muchlissoni

Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik SD maupun SMP, Pemkab Ponorogo membuat kebijakan khusus bagi tenaga kesehatan (nakes). Sebagai bentuk apresiasi dan terimakasih, Pemkab setempat memberikan kuota khusus bagi putra – putri nakes hingga supir ambulan yang menangani kasus Covid-19 sebesar satu persen dalam PPDB tingkat SD dan SMPSMP tahun ajaran 2020/2021. Anak yang berhak adalah anak dari nakes yang bekerja menangani Covid-19 di rumah sakit baik rumah sakit plat merah maupun rumah sakit swasta, hingga nakes di tingkat puskesmas.

“Kami berikan jatah pagu satu persen untuk putra – putri nakes hingga sopir ambulan yang menangani Covid-19 dalam PPDB SD maupun SMP tahun ini,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Jumat (12/6/2020).

Ipong berharap dengan adanya kuota ini, nakes bisa berkonsentrasi penuh memberikan pelayanan terhadap pasien Covid-19. Tanpa khawatir putra – putrinya yang akan masuk SD maupun SMPSMP, sebab ada kuota khusus. Ipong menegaskan kuota khusus ini hanya diperuntukkan untuk nakes hingga sopir ambulan yang menangani Covid-19.

“Jadi kalau ada nakes yang tidak terlibat langsung penanganan Covid-19 ya tidak termasuk mendapatkan kuota khusus ini,” katanya.

Ipong memastikan para nakes ini tidak akan pernah berjuang sendiri. Pemerintah bersama dengan seluruh masyarakat Ponorogo akan selalu memberikan dukungan penuh, dalam upaya pengendalian kasus COVID-19 di bumi reyog.

“Mengenai teknis pelaksanaan akan dibahas dan diumumkan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan Ponorogo,” katanya.

Terkait kebijakan ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, saat ini pihaknya masih merekap tenaga kesehatan yang masuk dalam penanganan Covid-19 ini. Baik itu yang berada di RSUD dr. Harjono, RSU Aisyiyah dan RSU Darmayu maupun di tingkat puskesmas.

“Ini kami masih merekap data nakesnya. Selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Dindik terkait kebijakan dari Bapak Bupati ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kuota khusus untuk anak nakes ini tidak hanya berlaku di SD dan SMP saja, beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil kebijakan serupa untuk tingkat SMA maupun SMK. Pagu satu persen di setiap SMA/SMK untuk anak nakes yang menangani langsung pasien Covid-19 di rumah sakit. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar