Pendidikan & Kesehatan

Awal Tahun 2020 Ditemukan 2 Kasus DBD di Kota Mojokerto

Foto: Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah

Mojokerto (beritajatim.com) – Awal tahun di bulan ketiga, Maret 2020 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto mencatat ada dua kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan. Penurunan kasus DBD di Kota Mojokerto tak lepas dari peran serta 1.625 kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Kepala Dinkes Kota Mojokerto, Christina Indah Wahyu mengatakan, di Kota Mojokerto pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk sudah berjalan sejak tahun 2016. “Sekarang ditambah dengan PNS pemberantasan sarang nyamuk terintegrasi jadi tidak hanya melihat sarang nyamuk tapi kita juga melihat masalah lain,” ungkapnya, Rabu (18/3/2020).

Yakni masalah lain yang tidak hanya masalah kesehatan saja. Misal ventilasi rumah bagus apa tidak, anak tidak sekolah. Menurutnya, Kota Mojokerto konsisten melaksanakan pemeriksaan jentik di rumah-rumah setiap Jumat yang dilakukan oleh kader motivator. Di Kota Mojokerto ada 1.625 kader jumantik.

“Kota Mojokerto 2017 diminta sebagai narasumber di tingkat Asean karena kita dianggap berhasil menyelesaikan permasalahan DBD. DBD lebih banyak dibanding DB, sampai saat ini kriteria DBD di Kota Mojokerto baru 2 kasus dan alhamdulillah tidak ada kematian. Kemarin, 2019 sebanyak 24 kasus, 2018 sebanyak 9 kasus,” katanya.

Masih kata Indah, kasus DBD di Kota Mojokerto tahun 2018 ke 2019 naik karena Jawa Timur naik luar biasa. Namun Kota Mojokerto termasuk angka kesakitan per 100.000 penduduk (incidence Rate) paling kecil di Jawa Timur se-Indonesia. Menurutnya, rumah sakit dan puskesmas sudah melakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“RS dan puskesmas sudah sesuai SOP yakni melakukan deteksi dini apa yang harus mereka lakukan sudah ada, salah satunya trombosit di bawah 100 itu mesti didiaknosa DBD. DBD harus ada dua parameter yang harus dipenuhi, demam, trombosit laboratorium turun dibawah 100 kemudian PCV Hematokrit naik lebih dari 5 persen, 10 persen, 20 persen,” jelasnya.

Sementara itu, data Dinkes Kabupaten Mojokerto mencatat untuk sementara ada 49 penderita DBD di awal tahun 2020. Angka penderita DBD tersebut cenderung turun jika dibandingkan bulan Januari sampai Maret di tahun 2019 yakni berjumlah 185 orang.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar