Pendidikan & Kesehatan

50 Jari Para Mahasiswa Unibraw Ini Bisa Jernihkan Air di Buduran dan Layak Dikonsumsi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang melakukan kreatifitas di Dusun Kepetingan Desa Sawohan Kecamatan Buduran, dalam mengatasi kesulitan air bersih.Lima mahasiswa tersebut terdiri dari Rachmad Pratama Fauzi, Arrival Gusthi Adhikara, Husna Atikah, Dina dan Faris Taqqiyuddin.

Kendati warga tidak kesulitan dalam mencari air, karena dusun tersebut di kelilingi area pertambakan, namun air yang ada belum layak dikonsumsi karena berasa asin dan payau.

Melalui program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat, yang dinamakan “Go Reter” (Gerakan Optimis Renewable Water), dengan bimbingan Dosen Unibraw Malang, Joko Prasetyo STP, M.Si dengan memanfaatkan air Sungai Kedung Peluk, kelimanya mencetuskan peralatan dengan metode Simple Water Treatment.

Penerapan metode Simple Water Treatment tersebut diyakini mampu menjernihkan air, menurunkan kadar logam berat, membunuh sejumlah bakteri yang terkandung dalam air.

“Peralatan ini sekaligus menurunkan zat padat terlarut sehingga menghasilkan air dengan kualitas layak konsumsi,” kata Arrival Gusthi Adhikara Kamis (2/9/2021).

Arrival menjelaskan, untuk membangun instalasi Go Reter itu, menghabiskan waktu satu bulan untuk membangun instalasi air dengan metode Simple Water Treatment tersebut.

Para mahasiswa merakit peralatan Go Retes dengan memasang beberapa drum

“Sebenarnya tidak sampai satu bulan kita sudah selesai. Namun karena kendala material yang sulit, jadi molor satu bulan,” terangnya.

Masih kata Arrival, Go Reter sekarang sudah menghasilkan air bersih yang layak konsumsi untuk 388 penduduk di Dusun Kepetingan. Kapasitas instalasi produksinya dalam waktu 15 menit, mencapai 120 liter. “Sehari kita produksi atau kita operasikan 6 kali dan menghasilkan 720 liter air untuk kebutuhan air minum warga,” rinci dia.

Koordinator Tim Go Reter, Rachmad Pratama Fauzi, menambahkan bahwa Go Reter ini merupakan program pelatihan terpadu dalam mengatasi krisis air bersih di Dusun Kepetingan. “Program ini lebih solutif dengan memberdayakan unsur masyarakat dalam menangani permasalahan krisis air bersih di daerah setempat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sawohan Nurul Munfatik sangat mengapresiasi kreativitas dan inovasi para mahasiswa Unibraw Malang tersebut. “Saya merasa senang ada mahasiswa yang melirik permasalah air di Dusun Kepetingan dengan menjalankan program pengadaan air bersih, sehingga saya akan mendukung secara penuh selama berjalannya program ini,” pujinya. (isa/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar