Pendidikan & Kesehatan

5 Prodi Teknik Unair Diresmikan Hari Ini

Surabaya (beritajatim.com) – Tidak mau tertinggal kemajuan zaman dan ingin turut andil dalam pembangunan bangsa dari sisi tecnoscience, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya hari ini meresmikan 5 program studi baru di bidang teknologi.

Pembukaan 5 Prodi Baru ini diresmikan langsung oleh Rektor Unair, Prof Moh Nasir diacara Dies Natalis Unair ke 65. 5 Program studi baru tersebut adalah; 1.Teknik Industri, 2. Teknik Elektro, 3. Nanoteknologi, 4. Robotika dan Artificial Intellegent, 5. Data Science.

Kelima prodi dalam naungan Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin yang berjenjang Sarjana Strata 1. Kelimanya bisa diakses pada pembukaan tahun ajaran baru mendatang, 2020/2021.

Dibukanya 5 Prodi Teknik ini menurut Prof Nasih merupakan bentuk kontribusi Unair dalam kemajuan bangsa. Selama ini Unair fokus pada aspek sosial dan kesehatan sehingga pembukaan prodi teknik ini merupakan percepatan dan pelengkap sebagai Universitas yang bersaing di kancah dunia.

“Selama ini kita belum bisa optimal karena salah satu roda kita itu masih belum baik yakni di aspek teknologi. Kita di sosial dan kesehatan sudah proven mapan tinggal yang di teknologi ini menurut penilaian kami kami harus kejar lagi dan dorong lagi ini menjadi bagian dari kontribusi Unair untuk Indonesia,” ujar Prof Nasih.

Ke depan Unair akan meningkatkan penguasaan teknologi dan inovasi sesuai dengan himbauan Menristek Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. Dengan hadirnya 5 Prodi Teknik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kualitas sdm kita ditentukan dari bagaimana kita menguasai teknik tersebut untuk Indonesia yang lebih maju. Kita mendirikan dan mengoperasionalkan 5 program studi baru yang tergabung dalam satu sekolah yakni Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin,” ungkapnya.

Kelima prodi teknik tersebut akan dikombinasikan dan menjadi pelengkap dari keilmuan yang sudah ada diminati, seperti Kedokteran, Psikologi, Sosial, Ekonomi dan sebagainya.

“Kita dorong kita kombinasikan dengan fakultas yang sudah ada jadi artifisial intelijen kita dorong dengan dunia kesehatan masyarakat. Hasilnya kami pastikan juga demi kesehatan umat manusia bukan teknologi yang memperparah jurang pemisah antara teknologi jurang pemisah dari yang memiliki modal dan yang tidak memiliki,” pungkasnya.[adg/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar