Pendidikan & Kesehatan

5 Orang di Kabupaten Malang Gagal Terima Vaksin Perdana

Pemain Arema FC Dedik Setiawan, saat menerima Vaksin Perdana Sabtu (30/1/2021) di Pendopo Pemkab Malang, Kepanjen. Foto: Yoga-beritajatim

Malang (beritajatim.com) – Pencanangan vaksinasi Covid-19 perdana di Kabupaten Malang dimulai hari ini, Sabtu (30/1/2021). Terdapat 13 orang pertama yang menerima vaksin.

Meliputi pejabat Forkopimda, perwakilan BUMN, dan pesepakbola profesional Arema. Diantaranya Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Edi Handojo, Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Malang, Ronald Sanofri Bya, plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodiqul Amin, Wakil Bupati Malang terpilih, Didik Gatot Subroto, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, dan pesepakbola profesional dari Liga 1 Arema FC, Dedik Setiawan.

Kajari Kabupaten Malang, Edi Handojo dijadwalkan menjadi urutan pertama penerima vaksin tersebut. Namun, Kajari gagal akibat tensinya saat itu terlalu tinggi ketika diperiksa pra vaksinasi.

Alhasil, Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Malang, Ronald Sanofri Bya yang lolos menjadi penerima vaksin pertama.

“Ya, Alhamdulillah saya mendapat vaksin pertama. Saya harap masyarakat tidak perlu takut ketika divaksin. Karena vaksin ini aman dan halal,” ungkap Ronald.

Ronald mengaku tidak merasakan apapun pasca divaksin tersebut. “Tidak, tidak merasakan apapun hingga saat ini,” tuturnya saat dikonfirmasi setelah menerima vaksin.

Dari 13 orang penerima vaksin perdana itu, ada 5 orang penerima vaksin yang gagal menerima vaksin karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan, seperti tensi tinggi dan tekanan darah naik.

Pemain Arema FC Dedik Setiawan, saat menerima Vaksin Perdana Sabtu (30/1/2021) di Pendopo Pemkab Malang, Kepanjen.

Hanya saja, dari 5 orang itu ada 2 orang yang masih bisa dites ulang, kemudian bisa divaksin. Sedangkan 3 orang lainnya harus ditunda di kemudian hari karena kondisi kesehatannya tidak fit.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan pencanangan vaksin itu dilakukan serentak di seluruh faskes di Kabupaten Malang.

“Targetnya ada 8075 tenaga kesehatan yang ada di seluruh Kabupaten Malang,” beber Arbani.

Kata Arbani, ada 4 sasaran yang akan divaksin untuk di Kabupaten Malang, pertama adalah tenaga kesehatan. Kedua pelayan publik yang terdiri dari TNI, Polri, tenaga pengajar, pemadam kebakaran sebanyak 67419 jiwa, ditambah 556,417 masyarakat rentan. Ketiga 440.242 jiwa pelaku ekonomi, dan keempat masyarakat usia 18-49 sebanyak 272.245 jiwa.

“Jadi total jumlah sasaran penerima vaksin sebanyak 1.350.398 jiwa di Kabupaten Malang. Waktu pelaksanaanya kami targetkan selesai pada Desember sudah selesai semua,” pungkas Arbani. (yog/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar