Pendidikan & Kesehatan

5 Minggu Melawan Covid-19, Dokter di Ponorogo Akhirnya Meninggal

Ucapan duka cita dari Dinkes Ponorogo. (Foto/Dinkes Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satu lagi tenaga medis di Ponorogo meninggal karena virus Covid-19. Dia adalah dr. Zulfita Riyanti, meninggal setelah 5 minggu berjuang melawan Covid-19 yang menjangkitinya. Almarhumah sebelumnya bertugas di Puskesmas Sukorejo.

“Kami beritahukan bahwa teman sejawat kami, dr. Zulfita Riyanti meninggal, setelah kurang lebih 5 minggu berjuang melawan Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Kamis (31/12/2020).

Irin, sapaan karib Rahayu Kusdarini, menyebut jika pada pertengahan bulan November lalu, almarhumah yang berusia 48 tahun itu ada gejala Covid-19. Kemudian pada hari ke-5, dirinya merasakan lemas dan dibawa ke rumah sakit di Ponorogo dan diswab. Sehari di rumah sakit kondisinya menurun. Akhirnya, pada tanggal 22 November, yang bersangkutan dirujuk ke RSKI Universitas Airlangga Surabaya. Dia memiliki riwayat penyakit hipertensi.

“Dari akhir November hingga tadi malam, dr. Zulfita dalam perawatan intensif di rumah sakit di Surabaya. Hingga ada kabar kalau beliau meninggal,” katanya.

Pasca diketahui salah satu petugasnya dinyatakan positif, Puskesmas Sukorejo tetap buka, pelayanannya sedikit dikurangi. Tidak sampai dilakukan penutupan. Dari kontak tracing yang dilakukan petugas, waktu itu ada dua anggota keluarganya yang juga ikut positif Covid-19.

“Dua anggota keluarganya juga positif, namun saat ini sudah sembuh, karena hanya bergejala ringan,” katanya.

Irin menyebut jika almarhumah kemungkinan tertular virus, yang berasal dari Wuhan China tersebut, saat bertugas di Puskesmas. Ataupun saat melakukan praktek di rumah. Dia menambahkan, ada 3 tenaga medis di Ponorogo yang meninggal karena Covid-19. Rinciannya, 2 dokter yang salah satunya dr. Zulfita dan 1 bidan yang bertugas di Puskesmas Nailan Kecamatan Slahung.

“Kalau yang bidan ini, meninggalnya kemarin (30/12) pagi. Setelah 4 hari dirawat di rumah sakit. Untuk yang bidan ini tidak mempunyai riwayat penyakit bawaan,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar