Pendidikan & Kesehatan

5 Gereja di Kota Mojokerto Mulai Ibadah Jamaah Secara Tatap Muka

Umat beribadah di GBI ROCK Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada sebanyak lima dari 25 gereja di Kota Mojokerto yang menggelar ibadah berjamaah secara tatap muka, Minggu (12/7/2020). Ini kali pertama umat bisa kembali melakukan ibadah setelah empat bulan tak bisa melaksanakan ibadah berjamaah secara langsung akibat pandemi Covid-19.

Salah satu gereja di Kota Mojokerto yang mulai menggelar ibadah secara tatap muka yakni Gereja Bethel Indonesia (GBI) Representative Of Christ’s Kingdom (ROCK) Mojokerto. Namun ibadah secara langsung di gereja yang terletak di Jalan Majapahit ini, dibatasi hanya berjumlah 100 jamaah saja.

Sebelum melakukan peribadatan secara tatap muka, pengurus gereja harus mempersiapkan tatanan peribadatan new normal atau kesiapan standar peribadatan yang telah diatur oleh pemerintah. Yakni penyemprotan disinfektan di lingkungan peribadatan, penyediaan tulisan dan pengaturan jaga jarak.

Jamaah diwajibkan memakai masker, seluruh umat juga harus melalui proses penerapan protokol kesehatan. Mulai dari cek suhu tubuh, penyemprotan disinfektan hingga cuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke gereja untuk menjalankan ibadah secara tatap muka.

Salah satu pengurus GBI ROCK Mojokerto, Louis Andrew mengatakan, sebelum menggelar ibadah secara tatap muka, standar protokol kesehatan sesuai arahan dari pemerintah telah dilakukan. “Gedung harus disinfektan. Jadi setiap pergantian jam ibadah pasti kita semprot, kita lap juga dengan alkohol,” ungkapnya.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, jamaah yang beribadah rutin setiap hari Minggu ada 400 jemaah hingga 500 jamaat. Mereka datang dari berbagai usia dan kalangan, mulai dari Kota Mojokerto hingga luar Kota Mojokerto. Namun ibadah secara tatap muka kali ini dibatasi.

“Yang beribadah dibatasi, usia 12 tahun sampai dengan 60 tahun. anak-anak usia 0 tahun sampai 12 tahun dianjurkan untuk di rumah. Begitu juga orang tua yang usia 60 tahun ke atas dianjurkan dari rumah saja dan hanya sebanyak 100 jamaah saja sesuai arahan pemerintah,” katanya.

Sebelum beribadah, lanjut Louis para jamaah wajib mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui online atau website yang telah disediakan pihak gereja. Ada pertanyaan seputar kesehatan kondisi jamaah, jika memenuhi kriteria maka akan diberikan barcode untuk ditunjukkan ke pengurus gereja saat beribadah.

“Jadi mereka yang sudah mendaftar dan memenuhi kriteria akan diberikan barcode, sehingga jamaah datang dengan membawa barcode pendaftaran untuk dilakukan scanning. Sehingga jamaah yang datang ke gereja benar-benar sehat. Namun jika ada yang datang belum terdaftar, maka kita minta foto KTP,” ujarnya.

Jamaah tersebut kemudian diminta menunggu di lobby. Jika ada kuota tersisa sekitar 10 persen dari yang daftar online tidak datang, maka jamaat tersebut baru bisa diarahkan untuk ikut beribadah di dalam gedung.

Ad lima gereja dari sekitar 25 gereja di Kota Mojokerto yang sudah melakukan ibadah berjamaah secara tatap muka. Yakni GBI ROCK, Gereja Persekutuan Kristen (Gepekris), Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) dan Gereja Kristus Tuhan (GKT). [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar