Pendidikan & Kesehatan

5 Dokter Spesialis Kandungan Terpapar Covid-19, Diduga Tertular Ibu Hamil

Foto ilustrasi.

Surabaya (beritajatim.com) – Ibu hamil di tengah pandemi perlu mendapatkan perhatian yang serius. Karena ibu hamil merupakan orang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Kondisi itu, tidak hanya dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi yang di kandungnya, juga orang sekitar, bahkan tenaga medis yang melayaninya.

Saat ini pun, beberapa tenaga medis, terutama Dokter Spesialis Kandungan atau Obgyn di Surabaya telah terpapar Covid-19 yang diduga tertular dari pasien ibu hamil yang sesungguhnya telah positif Covid-19 tetapi datang tanpa gejala atau OTG.

Terkait hal ini, Dr Brahmana Askandar Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya, mencatat setidaknya per hari ini, Selasa (30/6/2020) terdapat 5 Dokter Spesialis Obgyn yang terpapar Covid-19.

“Catatan saya di Surabaya ada 5 Dokter Obgyn yang terpapar, 2 di antaranya sudah sembuh dan dinyatakan negatif, 3 lainnya masih di rawat di ruang isolasi,” ujar Dr Brahmana kepada beritajatim.com melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2020).

Ia mengatakan bahwa karena banyaknya ibu hamil yang OTG maka pemeriksaan awal Covid-19 sebelum melahirkan menjadi wajib dilakukan. Karena dengan mengetahui status Covid-19 ibu hamil bisa menyelamatkan banyak pihak, baik sang ibu, bayi, dokter, perawat, bidan dan pasien lainnya.

“Data mengatakan sebagian besar ibu hamil ini OTG ini sudah positif tapi tidak ada gejala sama sekali. Inilah yang membuat banyak dokter kecolongan,” ujar Dr Brahmana.

Dr Brahmana pun menceritakan bahwa pasien ibu hamil sering kali datang ke RS dalam keadaan darurat. Sedangkan penentuan status Covid harus diketahui segera. Untuk itu jika ibu hamil datang tanpa membawa data Covid sebelumnya pada kehamilan 37 minggu, belum ada tesnya.

“Ketika datang ke kamar bersalin pembukaannya sudah 8 kan kita tidak punya waktu untuk melakukan test, kan jadi sangat bahaya karena belum ada data, kemudian bercampur dengan pasien lain. itu jadi penyulit,” pungkas Dr Brahmana. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar