Pendidikan & Kesehatan

486 Warga Pamekasan Masuk Katagori ODR

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 486 warga Pamekasan masuk katagori Orang dalam Resiko alias ODR dalam kasus penyebaran wabah virus corona yang tersebar di 13 kecamatan berbeda, terhitung per pukul 13:00 WIB, Senin (23/3/2020).

Jumlah tersebut merupakan warga yang baru datang dari beberapa titik penyebaran Covid-19, baik dari luar negeri ataupun titik merah di wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur. Seperti dari Malang, Surabaya dan daerah lainnya.

“Total 486 ODR ini, seluruhnya merupakan warga yang berasal dari zona merah penyebaran wabah corona. Baik dari luar negeri ataupun dari wilayah lainnya, mereka tersebar di seluruh kecamatan berbeda di Pamekasan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr Ahmad Fauzi kepada beritajatim.com.

Dari itu pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, sekaligus tetap meningkatkan kewaspadaan dengan tetap melaksanakan anjuran atau himbauan yang diberikan oleh pemerintah, baik dari pemerintah pusat, provinsi ataupun pemerintah daerah.

“Jadi ODR ini merupakan katagori dasar, mereka merupakan warga yang datang dari berbagai daerah terinfeksi. Berbeda dengan ODP (Orang dalam Pantauan) yang saat ini sudah turun menjadi 22 orang dari angka sebelumnya mencapai 34 orang,” ungkapnya.

Dari itu pihaknya juga mengimbau seluruh masyatakat untuk bersama menahan diri, di antaranya dengan tetap tinggal di rumah masing-masing jika tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak. “Mari bersama tingkatkan kewaspadaan sekaligus pencegahan dini, baik dengan cara menghindari pusat keramaian ataupun dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” imbaunya.

Sebagai salah satu langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama sejumlah instansi terkait melakukan penyemprotan disinfektan Covid-19 guna mencegah penyebaran wabah virus yang berasal dari Tiongkok.

Sasaran ataupun fokus penyemprotan dilakukan di sejumlah pusat keramaian di sejumlah titik di Pamekasan, seperti tempat ibadah, pasar hingga pusat perbelanjaan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran wabah virus corona. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar