Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

46 SD Formal di Bangkalan Kurang Murid

Siswa SD di Bangkalan saat mengikuti PTM

Bangkalan (beritajatim.com) – Minimnya jumlah siswa di 46 lembaga Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bangkalan, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan regrouping atau penggabungan sekolah menjadi 22 sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Dewi Ega menyebutkan salah satu faktor penggabungan itu disebabkan kurangnya jumlah siswa di sekolah, yakni tidak mencapai 60 siswa. “Ya betul dilakukan penggabungan, dan sudah ditetapkan dalam SK Bupati tertanggal 16 Agustus 2021,” jelasnya, Minggu (12/9/2021).

Ia menyebut, tak hanya disebabkan minimnya jumlah siswa, namun penggabungan itu dilakukan karena minimnya jumlah guru di sekolah tersebut. “Ada juga karena fasilitas sekolah kurang memadai sehingga menumpang di sekolah lain,” lanjutnya.

Ia menyebut, penggabungan SD tersebut dilakukan di 9 kecamatan di Bangkalan. Selain itu, penggabungan tidak hanya dari dua sekolah saja bahkan terdapat tiga sekolah digabungkan menjadi satu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan, Mustahal Rasyid menyebutkan, banyaknya sekolah yang memiliki siswa minim juga disebabkan banyaknya wali murid yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren.

“Masyarakat juga banyak yang memondokkan putra putrinya karena wali murid banyak yang memilih sekolah keagamaan. Sehingga, peran lembaga sekolah formal perlu melakukan pendekatan untuk menyampaikan sekolah formal juga tidak kalah penting,” tandasnya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar