Pendidikan & Kesehatan

46 Anak di Kota Mojokerto Terpapar Covid-19, Wali Kota Berikan Surat Cinta

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari ditemani sang suami, Supriadi Karima mengunjungi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri.

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengunjungi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri di tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Magersari, Senin (12/7/2021). Ditemani sang suami, Supriadi Karima, Ning Ita (sapaan akrab, red) memberikan surat cinta.

Berdasarkan data yang masuk di aplikasi Gayatri per tanggal 12 Juli 2021, terdapat 150 rumah warga yang tengah melakukan isolasi mandiri. Dari 150 rumah tersebut terdapat 46 anak-anak. Sehingga orang nomor satu di Kota Mojokerto ini pun mengunjungi mereka untuk memberikan semangat.

Tiga kelurahan yang dikunjungi tersebut yakni Wates, Kedundung dan Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Surat Cinta tersebut diberikan ketika menyapa langsung anak-anak yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing akibat terpapar Covid-19.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto bersama sang suami mengendarai sepeda motor matic bersama sejumlah pejabat Pemkot Mojokerto berangkat dari Rumah Rakyat. Rombongan mengunjungi rumah satu keluarga yang di antaranya dua anak-anak terpapar Covid-19

Yakni di Jalan Kelud, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Ning Ita juga menilik satu keluarga terdiri dari pasangan suami istri bersama dua anak yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya Lingkungan Sekarputih, Kecamatan Magersari. Ini untuk memastikan kesehatan anak-anak yang terpapar Covid-19.

Kunjungan tersebut juga sekaligus memberikan support, mendoakan dan memberikan semangat agar cepat sembuh. Ning Ita juga memberikan bingkisan untuk menambah stamina dan imunitas anak-anak yakni susu, madu, kacang hijau, masker anak dan makanan sehat.

Wali Kota Ika Puspitasari mengatakan, dari 46 anak yang isolasi mandiri, 26 diantaranya masih berusia di bawah 10 tahun. “Anak-anak ini kategori mudah recovery dibanding orang dewasa, namun yang perlu diwaspadai adalah ketika mereka sulit untuk makan, nafsu makannya hilang,” ungkapnya.

Dalam kondisi ini, lanjut Ning Ita, orang tua perlu mengantisipasi. Jangan sampai nafsu makan turun, tidak doyan makan sehingga menurunkan imunitas anak. Menyapa secara langsung, juga untuk melihat kondisi warganya yang menjalani isolasi mandiri, apakah sudah taat protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah apa tidak.

“Dan alhamdulillah mereka yang isolasi mandiri baik lansia maupun anak-anak semuanya sudah pulih dan mereka ada yang sudah lepas pantau 10 hari atau 12 hari sehingga bisa segera berinteraksi dengan masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Mojokerto yang membantu menanggulangi Covid-19,” katanya.

Yakni dengan patuh protokol kesehatan dan bersedia melakukan isolasi mandiri. Ning Ita menambahkan, karena hal tersebut tidak hanya melindungi diri sendiri melainkan juga melindungi masyarakat lainnya. Kepada anak-anak ini, Ning Ita berpesan agar tidak patah semangat terutama dalam hal belajar meskipun harus belajar secara daring.

Salah satu anak berinisal R berkesempatan membaca Surat Cinta dari Wali Kota Mojokerto. “Terima kasih atas kedatangan serta perhatiannya Ibu Wali Kota, semoga bermanfaat bagi keluarga kami dan mohon doanya lekas sembuh dari Covid-19,” ucap bocah asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, ini.

Berdasarkan data Tim Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, jumlah anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 46 orang dari 39 Kepala Keluarga (KK). Dengan rincian, 12 anak di wilayah Kecamatan Magersari dari 11 KK, 21 anak dari 15 KK di Kecamatan Prajurit Kulon dan 13 anak-anak dari 13 KK di Kecamatan Kranggan. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar