Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

433 Mahasiswa Unusida Abdikan Diri Kepada Masyarakat Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi secara resmi melepaskan 433 Mahasiswa Unusida yang mengikuti dari Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Senin (26/7/2022).

Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi menyatakan Pemkab Sidoarjo memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas sumbangsih kampus NU yang ada di Sidoarjo selama ini.

Ia melihat banyak sekali sumbangsih yang telah diberikan Unusida kepada masyarakat maupun kepada Pemkab Sidoarjo. Hal itu menjadi sesuatu yang cukup luar biasa bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu pada kegiatan KKN Unusida kali ini, Pemkab Sidoarjo sengaja mengundang beberapa kepala desa tempat mahasiswa mengabdi.


“Saya ingin menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di kampus Unusida ini bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Wabup H. Subandi berharap kegiatan KKN kali ini akan benar-benar bisa menerapkan skill yang didapat dari perkuliahan selama ini. Namun di lapangan nantinya mahasiswa Unusida  diminta harus tetap berpegang pada komitmen yakni tetap profesional. Karena menurutnya hal ini merupakan bekal untuk melangkah ke masa depan.

Kepada kepala desa, Wabup mengajak untuk ikut membesarkan kampus-kampus yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah daerah sendiri berkomitmen untuk membesarkan kampus-kampus yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Dan harapan saya ketika KKN bekerjalah dengan profesional dan bawa baik-baik atas nama Nahdlatul Ulama sehingga bisa membawa karakter NU. Mudah-mudahan mahasiswa yang KKN benar-benar mampu selama menjalankan tugas dari kampusnya dan mampu menerapkan kerjanya di desa-desa atau di masyarakat,” harap Subandi.

Sementara itu Plh Rektor Unusida Hadi Ismanto menyebutkan selama ini banyak bentuk pengabdian mahasiswa UNUSIDA kepada masyarakat. Diantaranya pengolahan kulit kerang yang selama ini dibuang menjadi menjadi bahan olahan makanan yang dilaksanakan di Desa Bluru Kec. Sidoarjo.

Ada program sistem manajemen sampah menggunakan insinator pintar yang disingkat dengan SIMATA di Desa Ketegan Taman. Kegiatan ini sudah ditindaklanjuti oleh pemerintah di mana anak-anak mahasiswa teknik membuat insinator sendiri dengan biaya yang sangat terjangkau.

Juga ada budidaya lele dan maggot karena pakan lele sangat mahal sehingga anak-anak melalui kuliah mereka yang diaplikasikan dan diapresiasi bisa membudidayakan pakan lele dari maggot.

“Dan yang terbaru di tahun 2022 ini, Unusida berhikmat setiap tahun dan diapresiasi oleh pemerintah pusat atas prestasi dan hikmah yang luar biasa dalam pemanfaatan teknologi membran osmosis air bersih sebagai upaya guna meningkatkan hasil laut menjadi olahan pangan di kampung nelayan, dan peningkatan keterampilan 3M membatik menjahit dan manajemen bisnis dalam program sekolah perempuan,” pungkasnya. (isa/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar