Pendidikan & Kesehatan

43 Anggota Baru Ikuti Diklatsar KSR PMI Unit IAIN Madura

Salah satu narasumber menyampaikan materi dalam kegiatan Diklatsar KSR PMI Unit IAIN Madura, di Aula Yayasan Nahdiyatul Islamiyah Blumbungan, Kecamatan Larangan, Minggu (14/2/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Korp Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, menggembleng sebanyak 43 orang anggota baru melalui program Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Yayasan Nahdiyatul Islamiyah Blumbungan, Kecamatan Larangan, digelar selama tiga hari, terhitung sejak Jumat hingga Minggu (12-14/2/2021). Dilaksanakan dalam rangka kaderisasi anggota baru di lingkungan KSR PMI Unit IAIN Madura.

“Kegiatan ini digelar dalam rangka kaderisasi anggota baru, sekaligus upaya mencetak calon-calon relawan tangguh sebagai garda terdepan kemanusian. Total peserta yang ikut serta dalam program Diklatsar ini tercatat sebanyak 43 orang,” kata Pembina KSR PMI Unit IAIN Madura, Khairul Agus Cahyono melalui Komandan KSR, Badrut Tamam.

Selama tiga hari terakhir, para anggota baru digembleng dengan beragam materi berbeda sebagai bekal awal demi merealisasikan orientasi garda terdepan kemanusiaan. “Materi yang diberikan berupa materi teknis pertolongan pertama, mulai dari materi pertolongan pertama dasar hingga penanganan patah tulang dan pemberian bantuan hidup dasar,” ungkapnya.

“Sementara target dari kegiatan ini kita harapkan nantinya dapat melahirkan kader-kader kemanusiaan yang terlatih dan kompeten untuk diterjunkan dalam misi kemanusiaan, baik di dalam internal kampus maupun eksternal kampus. Selain itu juga sebagai upaya kaderisasi di lingkungan KSR PMI Unit IAIN Madura,” jelasnya.

Personil KSR PMI Unit IAIN Madura sosialisasikan 5M dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 di area Pasar Blumbungan, Larangan, Minggu (14/2/2021).

Pihaknya berharap kegiatan tersebut nantinya dapat mencetak generasi tangguh dalam aspek kemanusiaan. “Harapannya semoga nantinya dapat melahirkan relawan kemanusiaan yang memiliki loyalitas dan kompetensi mempuni dalam melakukan penanganan bencana, baik di masyarakat maupun di luar kampus,” pungkasnya.

Selain melaksanakan kegiatan Diklatsar, mereka juga terjun langsung untuk sosialisasikan 5M dan bagi-bagi masker kepada masyarakat di area Pasar Blumbungan, Larangan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengeduksi, mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran pandemi Coronavirus Disiase 2019.

Sosialisasi 5M protokol kesehatan merupakan pelengkap dari aksi 3M yang dikenal melalui tagline ‘ingat pesan ibu’, Sekaligus sebagai upaya mengedukasi masyarakat agar selalu bersama melakukan upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sebelumnya mereka juga sering sosialisasikan 3M sesuai anjuran pemerintah, yakni rajin mencuci tangan, selalu menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing). Kali ini dilengkapi menjadi 5M dengan tambahan menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar