Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

410 Guru Honorer di Ponorogo Juni Bakal Terima SK PPPK Tahap 2

Peserta penerima SK PPPK Tahap 1 di Gedung Sasana Praja pada bulan April lalu. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kabar gembira untuk peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 kategori guru di Kabupaten Ponorogo.

Pasalnya, sebelum memasuki tahun ajaran baru tahun ini nanti, mereka kemungkinan sudah menerima surat keputusan (SK) bupati.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andi Susetyo.

Dia menyebut bahwa peserta PPPK tahap 2, yakni sebanyak 410 orang, persetujuan teknis dan nomor induknya sudah diterima BKPSDM dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pada tanggal 20 Mei lalu. Dengan progres itu, Ia mengharapkan SK bisa diserahterimakan pada minggu akhir bulan Juni nanti.

“Setelah mendapatkan nomor induk dari BKN, tahap selanjutnya mempersiapkan dokumen untuk penandatanganan perjanjian kerja,” kata Andi, Jumat (27/5/2022).

Persiapan dokumen sekaligus penandatanganan dengan bupati itu, kata Andi ditarget pertengahan bulan Juni nanti sudah selesai. Setelah penandatanganan beres, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan menerbitkan SK PPPK yang kelak akan diserahterimakan kepada 410 guru. Dimana jumlah itu terdiri dari 341 guru SD dan 69 guru SMP.

“Tentu SK akan diterbitkan, jika semua setuju dengan isi perjanjiannya,” katanya.

Untuk diketahui, Bupati Sugiri Sancoko sebelumnya sudah menyerahkan SK sebagai PPPK dari Pemerintah untuk tahap 1 pada bulan April lalu. SK PPPK tersebut, diserahkan kepada 974 orang yang sebelumnya menjadi guru honorer.

Dengan sudah mendapatkan SK PPPK ini, meraka saat ini sudah menyandang sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Tentunya dengan status tersebut, kesejahteraannya tentu akan lebih meningkat.

“Teman-teman PPPK ini kontraknya akan diperbarui 5 tahun sekali,” kata Sugiri.

Kang Bupati Sugiri Sancoko berharap semangat para guru yang saat ini diangkat sebagai PPPK, semangatnya harus lebih luarbiasa. Mereka harus melakukan aktualisasi diri, supaya kualitas profesi gurunya bisa lebih bagus.

“Guru itu harus selangkah lebih maju dari muridnya atau siapapun,” ungkapnya.

Kang Giri menambahkan bahwa guru itu digugu dan ditiru, sehingga guru harus menjadi uswatun hasanah dalam mengarungi kehidupan. Dia kembali berharap guru di Ponorogo bisa menjadi luar biasa.

“Guru harus menjadi uswatun kasanah dalam kehidupan,” pungkas Giri berharap. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar