Pendidikan & Kesehatan

40 Dokter di Jatim Terpapar Covid-19

Hasil Rapid Test Covid-19, Ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Covid-19 menyerang siapa saja, tidak terkecuali dokter dan tenaga kesehatan (nakes). Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., SpTHT-KL (K), FICS selaku Tim Satgas Corona IDI Jatim mengatakan penyebab pasti transmisi dari pasien ke dokter ini belum diketahui secara pasti.

Ia pun mengatakan bahwa selagi dalam analisa yang serius untuk mengetahui penyebab banyaknya dokter dan nakes yang terinfeksi, Dr Chusnu mengatakan bahwa IDI Jatim sudah memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk upaya upaya pencegahan atau menurunkan angka infeksi Covid-19 kepada dokter dan nakes.

“Sampai hari ini khusus dokter di Jatim sudah mencapai 40 dokter. Saya tahu karena IDI mendapat laporan resminya,” ungkap Dr Chusnu kepada beritajatim.com Selasa (2/6/2020).

Dari data yang disampaikan Dr Chusnu, sampai hari ini terdapat 40 dokter se Jatim yang terpapar Covid-19. Sebanyak 40 dokter tersebut tidak hanya dokter yang merawat pasien Covid-19 tetapi ada juga yang melayani pasien umum atau non Covid.

Melihat itu, Ia mengatakan bahwa kemungkinan besar penyebab transmisi adalah masih belum adanya rumah sakit khusus Covid-19. Sehingga Rumah Sakit yang digunakan merawat pasien Covid-19 masih menyisakan ruang singgung dari area Covid-19 dan Non Covid.

“Idealnya untuk menghindari transmisi dan infeksi terhadap dokter dan nakes, perawatan pasien Covid-19 dan non Covid harus dilakukan terpisah. Kuncinya harus splitting. Tidak boleh dalam satu gedung,” ujarnya.

Foto ilustrasi virus Corona

Rekomendasi tersebut meliputi Pembuatan Rumah Sakit Khusus Covid-19 (merawat pasien yang dalam kondisi kritis dan membahayakan nyawa), Rumah Sakit Rujukan Covid (pasien Covid-19 yang sedang), Rumah Sakit Non Covid (Rumah Sakit penyakit umum), Fasilitas Kesehatan Khusus (untuk merawat pasien Covid-19 ringan tetapi dibutuhkan isolasi).

“Kami sudah merekomendasikan ini ke pemerintah sejak beberapa waktu lalu. Karena memang ini yang harus dilakukan untuk menghindari transmisi lebih luas. Selain itu kami juga menjadi audiensi kebutuhan teman teman dokter dan rumah sakit untuk dicarikan solusi bersama. Kami akan terus mensupport teman teman dokter agar terus optimis,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar