Pendidikan & Kesehatan

4 Unsur Penting untuk Terapkan KBM Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini (dua dari kiri/baju batik) saat bincang santai bersama Pengurus Cabang Ansor Pamekasan, di Jl R Abd Aziz, Juncangcang, Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini tengah menggodok dan menekankan 4 (empat) aspek penting untuk mengeluarkan kebijakan penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di lingkungan instansi yang dipimpinnya.

Terlebih selama ini, proses KBM di lingkungan Disdik Pamekasan dilakukan secara daring (online) karena adanya pandemi Coronavirus Disiase 2019. Bahkan proses KBM Online juga digelar hampir selama setahun terakhir atau sekitar dua semester terakhir.

“Sesuai dengan dengan edaran SKB 4 Menteri, di mana proses pendidikan harus tetap dijalankan sekalipun berada di tengah pandemi. Salah satunya dengan penerapan proses pembelajaran model daring atau online,” kata Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Zaini, Selasa (9/2/2021).

Namun model pembelajaran online juga dinilai kurang tepat untuk menerapkan interprestasi nilai dalam proses pendidikan, sehingga dibutuhkan model KBM tatap muka seperti yang disampaikan dalam kegiatan Ngobrol Santai bersama GP Ansor Pamekasan di Jl R Abd Aziz Nomor 95 Juncangcang, Ahad malam (7/2/2021) lalu.

Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Mengawal Desain Pendidikan Pamekasan di Tengah Pandemi’, pihaknya juga meminta semua stakeholders untuk bersama-sama memberikan jaminan untuk melaksanakan proses KBM Tatap Muka seperti yang diharapkan sebagian besar masyarakat.

“Dalam hal ini setidaknya kita harus memperhatikan empat unsur penting untuk menerapkan KBM Tatap Muka, yakni adanya petunjuk teknik dari Tim Satgas (Covid-19), kesiapan sekolah dengan komitmen penerapan protokol kesehatan, kesiapan komite sekolah serta izin dari wali murid,” ungkapnya.

Melalui empat unsur tersebut, pihaknya berharap adanya jaminan konkrit dari pemerintah untuk menerapkan proses KBM Tatap Muka. “Memang secara prinsip Tim Satgas sudah mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka, kondisi ini tentunya sangat mendesak. Sehingga dibutuhkan kesigapan pelaksanaan serius dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan bersama,” tegasnya.

Sebelumnya pihaknya menyampaikan pelaksanaan KBM Tatap Muka di lingkungan Disdik Pamekasan, masih menunggu petunjuk dan rekomendasi dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan. Sebab selama masa pandemi, proses KBM mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagian besar dilaksanakan model pembelajaran daring alias online.

Memang dalam beberapa kali kesempatan, sejumlah sekolah juga sempat menerapkan model pembelajaran tatap muka alias offline dengan sistem shif dan terjadwal. Sekalipun pada akhirnya kembali diterapkan model daring akibat tingginya angka kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Berdasar update peta sebaran yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, Senin (8/2/2021) kemarin. Total pasien positif Covid terdata sebanyak 1.038 orang, meliputi sebanyak 59 orang dalam tahap isolasi, 77 orang meninggal dunia, serta sebanyak 902 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1.174 orang, terdiri dari sebanyak 20 orang dalam tahap pengawasan, sebanyak 86 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1.068 orang lainnya dinyatakan sembuh alias Negatif Covid-19. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar