Pendidikan & Kesehatan

4 Indikator dan 6 Strategi Pengendalian Covid-19 di Jember, Apa Saja?

Kiri ke kanan: Bupati Hendy Siswanto, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, dan Wakil Bupati Firjaun Barlaman

Jember (beritajatim.com) – Ada empat indikator dan enam strategi pengendalian Covid-19 yang harus diperhatikan oleh seluruh aparat birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, sesuai denhan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Pertama, angka konfirmasi atau positif Covid-19 harus diupayakan menurun. Kedua, angka kesembuhan harus diupayakan selalu meningkat,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam pengarahan kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (21/6/2021).

 

Ketiga, angka kematian harus diupakan menurun. Keempat, tingkat ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 harus di bawah 70 persen. “Keempat indikator harus betul-betul dikuasai untuk merumuskan kebijakan serta melakukan respons cepat,” kata Hendy.

Hendy meminta camat dan kepala desa harus punya kebijakan di lapangan. “Yang tahu kondisi di lapangan adalah kades dan camat, dan harus punya respons cepat. Tidak boleh ditunda-tunda,” katanya.

Orang yang datang dari kota zona merah harus diwaspadai dan dicek. “Kalau bisa diswab antigen,” kaya Hendy.

“Pandemi menyebabkan semua sektor mengalami tekanan. Pendapatan pusat berkurang yang menyebabkan transfer ke daerah berkurang, pendapatan daerah berkurang, pemasukan dari sumber lainnya juga berkurang,” kata Hendy.

Itulah kenapa Pemerintah Kabupaten Jember menerapkan enam strategi penanganan. “Pertama, mengendalikan dan menekan angka penularan Covid-19 di wilayah masing-masing, termasuk meningkatkan angka kesembuhan, menekan angka kematian, serta meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU,” kata Hendy.

Camat dan kades diminta untuk selalu berkoordinasi dengan pengurus rukun tetangga dan rukung wargan untuk pengendalian. “Lihat kondisinya. Kalau di situ ada orang yang positif Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri, maka harus dikawal betul. Dijaga, jangan sampai mereka keluar rumah,” kata Hendy. Protokol kesehatan 5M wajib dilaksanakan.

“Kedua, meningkatkan kapasitas testing, tracing, dan treatment dengan meningkatkan kapasitas sistem kesehatan yang ada,” kata Hendy.

Meningkatkan kampanye 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) harus ditingkatkan. “Ada beberapa kecamatan yang warganya bebas naik sepeda motor tidak pakai helm dan masker. Mohon ini jadi perhatian camat. Stop saja kalau memang melanggar,” kata Hendy.

Strategi keempat adalah melakukan sinergi efektif dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), forum komunikasi pimpinan kecamatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Kelima, mendukung dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi nasional di wilayah masing-masing dengan menyusun plan of action. Kami sudah membuka tempat-tempat vaksin, seperti di mall,” kata Hendy.

Terakhir, lanjut Hendy, mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional di wilayah masing-masing dengan percepatan pelaksanaan program pembangunan, kegiatan, dan anggaran. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar