Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

380 Ruang Kelas Sekolah di Gresik Butuh Perbaikan

Gresik (beritajatim.com) – Kejadian ambruknya ruang kelas di SMPN 27 Gresik mengingatkan kejadian serupa di sekolah lain. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik 2019 lalu, tercatat masih ada 380 ruang kelas sekolah masih membutuhkan perbaikan.

Mengenai perbaikan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir merekomendasikan Pemkab Gresik untuk menggunkanan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Dana BTT dibutuhkan untuk yang urgent-urgent saja contoh buat perbaikan saat ada kejadian bencana,” ujarnya, Rabu (17/11/2021).

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik Tarso Sugito menuturkan, kejadian jebolnya atap SMPN 27 Gresik itu bukan termasuk terdampak bencana. Tapi, karena saat pembangunan dulu kurangnya perencanaan. Sehingga bangunan mudah rusak.

Untuk menggunakan dana BTT itu memang harus ada surat rekomendasi dari BPBD yang menerangkan bahwa kondisi darurat. Meski demikian, dirinya enggan mengeluarkan surat tersebut.

“Ibukan kondisi darurat, kemudian kejadian itu bukan karena bencana,” tuturnya.

Tarso pun enggan apabila surat yang dirinya keluarkan malah menimbulkan persoalan baru. Apalagi ini berkaitan dengan anggaran yang sangat sensitif hukum.

“Saya pastikan tidak akan mengeluarkan surat tersebut,” tegasnya.

Untuk memperbaiki SMPN 27 Gresik itu sebetulnya sudah dianggarkan oleh Dinas Pendidikan di tahun 2022 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Pemkab Gresik S Hariyanto menyampaikan u byntuk SMPN 27 itu sudah masuk dalam anggaran dana alokasi khusus (DAK) 2022 nanti. Sehingga perbaikannya baru tahun depan. Karena memang sebelum jebol, sekolah itu sudah masuk dalam daftar rencana perbaikan.

“Anggaran tahun 2022 nanti, pihaknya memastikan ada puluhan miliar untuk perbaikan ruang kelas. Baik dari dana insentif daerah (DID), DAK, maupun APBD,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mohammad membenarkan apabila saat ini setidaknya masih ada sekitar 380 ruang kelas butuh perbaikan. Meski demikian, pihaknya meminta Dispendik untuk segera membentuk tim konsultan.

“Nantinya tim tersebut bisa membuat grand desain berapa sekolah yang rusak dengan masing-masing kategori. Misalnya, rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat. Begitu pula kebutuhan anggaran yang diperlukan akan bisa diketahui,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar