Pendidikan & Kesehatan

Rapid Test On The Spot di Mojokerto

338 Pengguna Jalan dan Pengunjung Warkop Non Reaktif

Pengguna jalan dan pengunjung warkop di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto saat menjalani rapid test. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 338 pengguna jalan dan pengunjung warung kopi (warkop) terjaring razia Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Ratusan pengguna jalan dan pengunjung tersebut menjalani rapid test on the spot di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (16/5/2020) malam.

Bupati Mojokerto bersama forpimda memantau langsung rapid test yang digelar di jalur alternatif Kabupaten Mojokerto-Sidoarjo dan Kota Mojokerto tersebut. Rapid test on the spot digelar setelah Pemkab Mojokerto menerapkan jam malam yakni pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB.

Namun, jalur alternatif khususnya malam minggu tersebut masih banyak digunakan masyarakat untuk melintas ataupun nongkrong di warkop. Ini yang membuat Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto menggelar rapid test. Tim dibagi dalam tiga tempat di sepanjang jalur alternatif tersebut dengan total ada lima meja petugas.

Selain itu, hingga saat ini sudah 10 orang yang tercomfirm positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Pantauan beritajatim.com, petugas mengarahkan agar pengguna jalan dan pengunjung warkop untuk mengikuti rapid test tanpa kecuali dengan cara melakukan penyekatan ke arah masuk Kota Mojokerto.

Ratusan personil dari Polres Mojokerto dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto dikerahkan. Mereka berjaga di setiap sudah jalan untuk meminta para pengguna jalan dan pengunjung warkop berhenti dan mengantre mengikuti rapid test yang dilakukan oleh petugas.

Sementara petugas yang melakukan rapid test dengan menggenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Satu per satu penggunaan jalan dan pengunjung menjalani rapid test, mereka yang sudah menjalani rapid test diberikan surat dan mereka juga bisa mengetahui secara langsung hasil rapid test tersebut. Dari 338 penggunaan jalan dan pengunjung warkop hasilnya non reaktif.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, razia kali ini petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di titik keramaian untuk memantau penerapan jam malam apakah sudah sesuai dengan himbauan pemerintah yang telah disampaikan apa belum. “Bisa kita lihat sendiri kedisiplinan masyarakat kita ini bagaimana?,” ungkapnya.

Masih kata Bupati, razia yang digelar sejak pukul 21.00 WIB tersebut, petuga masih menemukan ratusan penggunaan jalan dan pengunjung warkop yang masih beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, pemutusan penyebaran wabah virus corona dimulai dari masyarakat yakni dengan menjaga kedisiplinan apa yang menjadi aturan dari pemerintah.

“Ini di atas jam 9 malam, tapi masih banyak masyarakat beraktivitas di luar rumah. Makanya langsung kita lakukan rapid test one the spot untuk mensterilisasi tidak ada lagi penyebaran virus corona di Kabupaten Mojokerto. Yang jelas saat ini, yang kita rapid test one the spot adalah mereka yang melanggar karena ini di atas jam 9. Seharunya mereka sudah di rumah,” terangnya.

Apabila dari ratusan masyarakat yang terjaring ditemukan dengan hasil reaktif maka petugas akan mengambil langkah tegas yakni merujuk mereka ke Rumah Sakit (RS) rujukan. Yakni ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

“Rapit test di tempat merupakan upaya Pemkab Mojokerto dalam mendeteksi adanya kemungkinan masyarakat yang reaktif sehingga dapat dilakukan tindak lanjut untuk melakukan isolasi,” tegasnya.

Dari ratusan pengguna jalan dan pengunjung warkop yang di rapit test, petugas gabungan banyak menemukan masyarakat yang datang dari luar Kabupaten Mojokerto. Sehingga upaya tersebut akan terus dilakukan untuk mendapatkan kesadaran masyarakat dalam mentaati peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar