Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

3 Pasien DBD di RSUD dr Harjono Ponorogo Meninggal Dunia

Humas RSUD dr Harjono Ponorogo, Joko Handoko (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penyakit Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) atau demam berdarah dengue (DBD) semakin mengkhawatirkan saja di Ponorogo. Pasalnya, saat ini banyak pasien DBD yang sedang dirawat di rumah sakit. Di RSUD dr. Harjono Ponorogo, dari awal bulan ini sudah ada 32 pasien DBD yang dirawat. Sedangkan di RSU Aisyiyah afa 23 pasien. Dimana tiga di antaranya merupakan pasien anak anak.

“Hingga saat ini, sudah ada 32 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit kami,” kata Humas RSUD dr. Harjono Ponorogo, Joko Handoko, Jumat (14/1/2022).

Bahkan, kata Joko juga ada pasien DBD yang akhirnya meninggal dunia. Sebab, trombositnya yang turun terus menerus. Dari catatannya, Joko menyebut selama medio bulan Januari, ada 3 pasien DBD yang meninggal dunia. Dimana ada dua pasien yang dari Ponorogo dan satunya dari Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

“Selama Januari ini sudah ada 3 pasien DBD yang meninggal. Terakhir meninggal hari ini, pasien dari Slogohimo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah,” kata mantan pegawai Puskesmas Badegan tersebut.

Sementara itu, Humas RSU Aisyiyah, Muhammad Arbain mengungkapkan di rumah sakitnya kini ada 23 pasien DBD yang dirawat. Dimana salah seorang pasien berada di ruang intensif care unit (ICU). Sebab kondisi pasien yang DHF itu dalam keadaan lemas dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Ada 23 pasien DBD yang sedang dirawat di RSU Aisyiyah. Salah satunya dirawat di ruang ICU,” ungkapnya.

Dari 23 pasien DBD itu, Arbain menyebut jika tiga diantaranya masih berusia anak-anak. Kebanyakan masih dari Ponorogo, yakni dari Kecamatan Balong, Bungkal dan Ponorogo.

“Alhamdulillah, setelah dirawat beberapa hari, pasien DBD bisa sembuh. Belum ada yang meninggal, ya semoga juga tidak ada,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar