Pendidikan & Kesehatan

25 Persen Karyawan Disperindag Kabupaten Mojokerto WFH, Ini Penyebabnya

Kantor Disperindag Kabupaten Mojokerto di Jalan Majapahit Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menerapkan 25 persen karyawannya menjalani Work From Home (WFH). Menyusul dua karyawan Disperindag Kabupaten Mojokerto diketahui meninggal dunia dan dua lainnya positif Covid-19.

Yakni Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Disperindag Kabupaten Mojokerto, Trio Froni YD meninggal dunia pada, Minggu (20/12/2020) lalu. Pria yang juga berprofesi sebagai MC ini terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab. Sebelumnya, Kasi Penyuluhan Metrologi, Arif Yasin Pribadi juga meninggal.

Arif meninggal pada, Senin (7/12/2020) lalu. Namun pihak Disperindag belum mengetahui yang bersangkutan terpapar Covid-19 atau tidak. Pasalnya, yang bersangkutan belum menjalani swab dan hanya satu hari izin tidak masuk dengan melampirkan surat keterangan dari dokter.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto membenarkan hal tersebut. “Iya Pak Oni meninggal, positif Covid-19. Ini dari hasil swab tapi untuk Pak Arif, kita tidak tahu meninggal karena apa karena belum sempat swab,” ungkapnya, Rabu (23/12/2020).

Masih kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mojokerto ini, Trio Oni YD meninggal dunia pada Minggu (20/12/2020) sekitar pukul 18.30 WIB. Pejabat yang akrab disapa Oni ini meninggal saat dirawat di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

“Pak Oni itu izin satu minggu, empat hari dirawat dan meninggal. Kalau Pak Arif itu, ya hari itu pagi izin tidak masuk dengan surat keterangan dari dokter. Malamnya meninggal. Tapi kita tidak tahu Covid apa tidak karena belum sempat swab dan dia punya riwayat gula darah,” katanya.

Bambang menambahkan, pasca keduanya karyawannya meninggal, Disperindag Kabupaten Mojokerto langsung melakukan beberapa upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan sterilisasi terhadap kantor Disperindag dan swab terhadap karyawan.

“Selain dua karyawan meninggal, ada dua karyawan lagi di bagian Metrologi yang positif. Saat ini, dirawat di Puskesmas Jatirejo sehingga Penyuluhan Metrologi kita liburkan. Ada 25 karyawan, satu meninggal, dua positif sehingga 22 orang libur. Untuk kantor masih buka tapi 25 persen WFH, kita rolling,” jelasnya.

Menurutnya, Penyuluhan Metrologi setiap hari ada pelayanan namun tidak krusial sehingga saat karyawan diliburkan pelayanan masih bisa ditunda. Hasil swab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Mojokerto, seluruh karyawan Disperindag Kabupaten Mojokerto negatif.

“Alhamdulilah, hasil swab seluruh karyawan Disperindag negatif. Mungkin seminggu lagi baru bisa aktif kembali, saat ini 25 persen karyawan WFH karena kita mengingatkan semua karyawan sehat sehingga kita liburkan yang ada yang positif saja,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar