Pendidikan & Kesehatan

25 Pelanggar Protokol Kesehatan di Mojokerto Diberikan Surat Tilang

Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Fitria Wijayanti saat memimpin operasi yustisi. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satlantas Polresta Mojokerto memberikan surat tilang kepada 25 pelanggar protokol kesehatan. Sebanyak 25 pelanggar protokol kesehatan tersebut terjaring razia masker Operasi Yustisi yang digelar Satlantas Polresta Mojokerto bersama tiga pilar, Senin (14/12/2020).

Secara mobile, Operasi Yustisi yang dipimpin oleh Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Fitria Wijayanti menjaring pelanggar protokol kesehatan mulai dari Mapolresta Mojokerto Jalan Bhayangkara – Jalan Majapahit Selatan – Jalan Brawijaya – Jalan Tribuana Tunggal Dewi – Jalan Prajurit Kulon – Jalan Surodinawan.

Dari Jalan Surodinawan kembali ke Jalan Prajurit Kulon – Jalan Tribuana Tunggal Dewi – Jalan Brawijaya – Jalan Majapahit – Jalan Veteran – Jalan Majapahit – Jalan Bhayangkara dan. Kembali ke Mapolres Mojokerto. Sebanyak 25 pelanggar protokol kesehatan berhasil dijaring.

Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Fitria Wijayanti mengatakan, pandemi Covid-19 belum berakhir. “Sudah banyak korban yang meninggal dunia karena virus corona. Operasi Yustisi ini digelar untuk mengantisipasi melonjaknya angka penyebaran dan memberikan pencegahan serta kesadaran masyarakat Kota Mojokerto,” ungkapnya.

Masih kata Kasat, masyarakat yang kebetulan kedapatan petugas gabungan diketahui tidak menggunakan masker langsung ditindak dengan diberikan surat tilang. Hal tersebut dilakukan menindaklanjuti instruksi pemerintah dan perintah Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta.

“Operasi Yustisi ini dalam rangka Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Dalam Operasi Yustisi ini mengutamakan keselamatan dan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan cara humanis dan persuasif. Ada 25 orang yang tidak menggunakan masker dan kita beri surat tilang,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi berharap, masyarakat Kota Mojokerto paham dan mengerti akan kegiatan gabungan Polri/TNI, Dishub dan Satpol PP. “Operasi Yustisi sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Perda Nomor 2 tahun 2020 dan Perwali Nomor 55 tahun 2020 ini,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar