Pendidikan & Kesehatan

25 Bidan di Kabupaten Mojokerto Terima SK CPNS 2019

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 25 orang Formasi Bidan yang sebelumnya berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemkab Mojokerto menerima Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto.

Wakil Bupati Mojokerto berharap agar ASN bisa memenuhi ‘8 Tuntutan Smart ASN’. Delapan tuntutan tersebut antara lain ASN harus punya integritas tinggi, berjiwa nasionalis, professional, menguasai wawasan global, menguasai IT dan bahasa asing, ramah, network luas dan berjiwa entrepreneurship.

“Serta mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) untuk bisa dilaksanakan bersama-sama di lingkungan kerja. Tantangan ASN saat ini adalah bagaimana mewujudkan birokrasi berkelas dunia tahun 2024,” ungkapnya, Kamis (26/6/2019).

Dimulai dengan mewujudkan Smart ASN dengan tuntutan delapan kompetensi serta menerapkan zona integritas WBK dan WBBM. CPNS yang menerima SK agar tetap menjaga profesionalitas, tingkah laku dan menjaga kualitas pelayanan pada masyarakat yang harus dinomorsatukan.

Masih kata Wakil Bupati, Pemkab Mojokerto mencoba mencukupi semua tenaga. Dimana tahun ini, terdapat 454 formasi tenaga yang diajukan, untuk CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jumlah tersebut ketentuan dari pusat.

“Untuk tenaga bidang kesehatan saya plot 100 orang, mulai dokter hingga bidan. Kami tetap menjalankan semaksimal mungkin. Untuk teman-teman honorer yang belum berhasil CPNS, jangan berkecil hati. Ada banyak kesempatan seperti PPPK, yang sebenarnya juga tidak beda jauh dengan CPNS. Tiap tahunnya bisa kita usahakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso menjabarkan, kronologi pengangkatan bidan PTT, menjadi CPNS periode pertama pada tahun 2016 sampai 2017. “Dimana jumlah bidan PTT yang ikut seleksi CPNS 2016 lalu, tercatat sejumlah 62 orang,” jelasnya.

Sebanyak 36 orang lulus dan memenuhi syarat usia maksimal 35 tahun dan diangkat jadi CPNS TMT 1 Mei 2017. Sebanyak 26 orang lagi lulus namun tidak memenuhi batas maksimal usia 35 tahun hingga terbit Keppres nomor 25 tahun 2018 dengan batasan usia paling tinggi 40 tahun.

“Maka, sebanyak 25 orang ini tadi dapat diangkat menjadi CPNS tahun 2019 ini. Dan, satu orang lagi tercatat mengundurkan diri,” tambahnya dihadapan Wakil Bupati, Sekdakab Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala UPT Puskesmas.Muhammad Nailul Falah

Apa Reaksi Anda?

Komentar