Pendidikan & Kesehatan

23 Tahun MPA Trisula, dari Generasi Awal Hingga Milenial

Seluruh anggota MPA Trisula melakukan foto bersama usai acar. [Foto: Yusuf/beritajatim}

Jombang (beritajatim.com) – Bagi kampus kebanyakan, berdirinya sebuah organisasi atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) hingga puluhan tahun adalah hal biasa. Namun tidak demikian dengan kampus Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang.

Di kampus yang berada di Jl Gus Dur (dulunya Jl Merdeka) ini sebuah UKM bisa bertahan hingga puluhan tahun adalah prestasi yang luar biasa. Itu karena kondisi Undar yang didera konflik berkali-kali. Bahkan, sejak 15 tahun terakhir ini bara konflik tak kunjung padam.

Dampaknya, sejumlah UKM yang ada di kampus tersebut rontok. Kegiatan untuk mewadahai kegiatan mahasiswa mati suri. Namun tidak demikian dengan UKM Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Trisula Undar. Organisasi yang berdiri pada 1996 masih eksis. Bukan sekadar papan nama. Akan tetapi, roda organisasi masih bergerak, kaderisasi masih nampak.

Setidaknya poin-poin itulah yang mengemuka dalam Dies Maulidyah MPA Trisula ke 23 tahun yang digelar Sabtu (17/8/2019) malam. Acara berlangsung sederhana, tapi syarat makna. Acara tersebut sekaligus menjadi ajang reuni. Karena malam itu seluruh keluarga besar MPA Trisula hadir. Mulai dari generasi awal, hingga kader milenial.

Mereka datang dari berbagai kota. Semisal dari generasi awal (pendiri) ada Joko Sugiarto dari Purwodadi Jawa Tengah, kemudian Zulfa Farida dari Malang, serta Mulani dan Nyohan Husada dari Jombang. Kemudian generasi Gladimula pertama (diklat pertama) ada M Samson dari Tulungagung dan Agung Prasetyo asal Surabaya.

Selanjutnya, dari Gladimula kedua ada Fendi asal Mojokerto. Sedangkan dari Gladimula ketiga ada Didik ‘Gembos’ asal Blitar, Abdullah ‘Jambul’ dan Anis Roifa dari Jombang. Demikian seterusnya. Dari generasi ke generasi semua hadir. Dari generasi awal hingga millenial.

Kue tart MPA Trisula dibagikan ke anggota

“Seperti baru kemarin kita mendirikan UKM ini. Ternyata sudah 23 tahun. Alhamdulillah sampai hari ini masih eksis berdiri,” ujar Mulani yang diamini Joko Sugiarto dalam perbincangan di depan sekretariat UKM MPA Trisula sebelum acara formal dimulai.

Perbincangan santai terus mengalir. Mereka seolah terlempar ke lorong waktu, yakni mengenang kembali masa-masa ketika masih menjadi mahasiswa. Mengenang zaman ketika mendirikan MPA Trisula. Mengingat ketika memanggul tas besar untuk mendaki gunung. Tidak jarang, para generasi 1990-an itu tertawa berderai ketika mengenang sesuatu yang lucu di masa itu.

Acara formal dimulai selepas Isya. Sebuah panggung lesehan terlihat di depan UKM Centre Undar. Lampu kerlap-kerlip mempercantik wajah panggung. Ketika lampu menyala terang, terlihat seperangkat alat musik di panggung tersebut. Semua semakin klop dengan adanya backdrop panggung bertulis Dies Maulidiyah ke-23 MPA Trisula.

Ketua Panitia Dies Maulidyah Zakaria Fatoni mengawali acara tersebut dengan sambutan. Dia berterimakasih atas hadirnya seluruh undangan. Mulai senior di MPA Trisula hingga seluruh undangan yang notabene dari Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) kampus lain.

“Kami atas nama panitia juga meminta maaf jika ada kurangnya dalam acara ini. Semoga acara ini semakin merekatkan tali silaturahmi kita,” ujar Fathoni yang merupakan dari generasi milenial. Fathoni adalah anggota muda MPA Trisula yang mengikuti diklat (Gladimula) pada 2018.

Mahasiswa asal Madura ini mengungkapkan, selain mengundang para senior di MPA Trisula, panitia juga mengundang Mapala dari kampus lain. Semisal sejumlah kampus di Surabaya, Malang, Tulungagung, Sumenep, serta kampus dari Jombang sendiri.

Malam terus beranjak, acara semakin semarak. Para undangan duduk lesehan di atas karpet merah. Puncak acara diisi dengan pemotongan kue ulang tahun. Kue tart berwarna oranye bertuliskan MPA Trisula digotong ke depan panggung. Lilin merah yang membentuk angka 23 menyala di atas kue tersebut.

Di depan panggung, Ketua Umum MPA Trisula Frendi Nur Diansyah memotong kue itu. Lalu membagikannya kepada seluruh anggota serta undangan yang hadir. Seiring dengan itu, lagu bertema ulang tahun mengalun. Lagu tersebut mengiringi suka cita para pecinta alam dari generasi awal hingga milenial. “Selamat ulang tahun ke-23 MPA Trisula,”. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar