Pendidikan & Kesehatan

23 Sekolah di Kota Mojokerto Tak Dapat Kucuran Dana Pemeliharaan

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kota Mojokerto tidak mendapat kucuran dana untuk pemeliharaan lantaran belum memiliki sertifikat tanah. Data Dinas Pendidikan Kota Mojokerto menyebutkan ada 23 sekolah yang tidak mendapatkan kucuran dana.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, saat ini ada 23 sekolah yang kepemilikan lahannya belum jelas. “Penyebab beberapa sekolah tak memiliki sertifikat tanah rata-rata karena masalah sengketa, seperti berdiri di atas tanah warisan warga dan tanah cawisan,” ungkapnya, Senin (18/3/2019).

Masih kata Amin, ada juga sebagai sekolah berdiri di atas tanah Perumnas. Namun, Perumnas sudah menghibahkan sebagian tanah untuk sekolah sehingga tinggal menunggu prosesnya. Dari 23 sekolah tersebut enam diantaranya sudah berkasnya sudah masuk ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tinggal menunggu penerbitan sertifikat.

“Sebanyak 6 sekolah berkasnya tinggal menunggu penerbitan sertifikat, sedangkan 17 sekolah lain masih proses pengajuan dan pengukuran lahan. Jumlah sekolah yang belum bersertifikat di Kota Mojokerto tersebut sudah menurun, sebelumnya total ada 63 sekolah yang belum bersertifikat,” katanya.

Sebanyak 23 sekolah tersebut yakni, SDN Mentikan 6, SDN Blooto 1, 2 dan 3, SDN Prajurit Kulon 1, 2, dan 3, SDN Gunung Gedangan 1 dan 2, SDN Wates 1, 3, 4, 5 dan 6. SMPN 7 dan 9, TK Magersari dan TK Prajurit Kulon, SDN Magersari 1 dan 2, SDN Meri 1 dan 2, serta SDN Kranggan 1 dan 5. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar