Pendidikan & Kesehatan

23 Orang Positif Covid-19 Setelah Kontak Erat Dengan Tokoh Agama

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Mu'arif.

Malang (beritajatim.com) – Seorang tokoh agama sekaligus pemimpin majelis taklim warga Jalan Binor, Bunulrejo, Blimbing Kota Malang positif Covid-19 karena tertular dari istrinya. Sang istri meninggal dunia beberapa hari yang lalu dengan komorbid atau penyakit penyerta demam berdarah.

Tokoh agama ini diduga tertular Covid-19 karena berinteraksi dengan sang istri yang ternyata positif Covid-19. Pemimpin majelis taklim ini memiliki usaha di rumahnya dengan puluhan karyawan. Sementara dia selama positif Covid-19 masih berinteraksi dengan warga sekitar termasuk memimpin pengajian di majelis taklim di tempat ibadah sekitar rumah.

“Primer satu adalah istri, primer kedua adalah suami. Dan tokoh agama ini menularkan ke 9 keluarganya dan 13 pegawai serta jemaahnya, jadi total 23 orang di Bunulrejo. 13 orang ini ada yang jemaah, ada juga yang pekerja sekaligus jemaah. Mereka satu majelis, pemimpin majelis taklimnya si bapak premier kedua ini,” papar Juru bicara Satgas Covid-19 Pemkot Malang, Husnul Muarif.

Husnul mengatakan, setelah tokoh agama beserta 9 anggota keluarganya dinyatakan positif Covid-19. Satgas Covid-19 Pemkot Malang langsung melakukan tracing, 64 orang di lingkungan terdekat keluarga tokoh agama menjalani rapid test, 22 orang dinyatakan reaktif kemudian jalani hasil swab. Hasilnya 13 orang lainnya dinyatakan positif Covid-19.

“Saat ini, mereka sebagian di RSUD Kedungkandang sebagian isolasi mandiri di rumah. Total pekerja sekitar 20, yang terpapar anggota pengajian dan pekerja 13 orang.

Husnul mengatakan, untuk tempat ibadah yang diduga menjadi tempat penularan tidak di lockdown, hanya disterilkan dengan desinfektan dan jemaah wajib menerapkan protokol kesehatan. Adapun, jumlah pasien Covid-19 di Kota Malang sebanyak 168 orang, 111 pasien masih menjalani perawatan, 47 pasien sembuh dari Covid-19 dan 10 pasien meninggal dunia.

“Itu memang punya usaha dan pekerja, dan juga sering melakukan pengajian. Tempat ibadah tidak di lockdown cuma disemprot desinfektan agar steril kegiatan ibadah dilakukan dengan protokol kesehatan,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar