Pendidikan & Kesehatan

22 Persen Mahasiswa Universitas Jember Radikal

Jember (beritajatim.com) – Sekitar 22 persen mahasiswa Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpapar radikalisme. Demikian hasil penelitian LP3M (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu) Universitas Jember selama 2017-2018 terhadap 15.567 mahasiswa di 15 fakultas.

“Ini diderivasi lagi, menjadi radikalisme teologis, yakni setuju dengan pengkafiran, qital, dan jihad, yaitu sejumlah 25 persen. Sedangkan, radikalisme politis, berupa kesetujuannya pada konsep negara Islam atau khilafah sejumlah 20 persen,” kata Ketua LP3M Unej Akhmad Taufiq, usai rapat pleno IV Festival Hak Asasi Manusia di kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu (20/11/2019).

Menurut Taufiq, dari persentase tersebut belum dapat dinyatakan bahwa mereka telah melakukan tindakan kekerasan fisik, baik pada diri mereka sendiri, maupun pada orang lain. Namun ini menunjukkan gerakan radikalisme sudah dapat dikategorikan terstruktur, sistematik, dan massif.

“Untuk itu saya merekomendasikan pertama, pentingnya secara substantif pendidikan multikultural untuk mengembangkan sikap toleransi dan inklusivitas,” kata Taufiq.

“Kedua, keterlibatan semua pihak untuk mengatasi permasalahan radikalisme, mengatasi soal radikalisme tidaklah cukup hanya melibatkan struktur berbasis negara,” kata Taufiq.

Terakhir, dalam tataran Perguruan Tinggi, Taufiq menekankan pentingnya perhatian secara khusus dan komitmen tegas kepemimpinan untuk tidak memberi ruang bagi tumbuhnya gerakan radikalisme di kampus. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar