Pendidikan & Kesehatan

Tersebar di Sejumlah OPD

22 Pegawai Pemkot Batu Positif Covid-19

Ketua DPC PDI Perjuangan Batu Punjul Santoso, sekaligus Wakil Wali Kota Batu.

Malang (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyebut ada 22 ASN (Aparatur Sipil Negara) dan THL (Tenaga Harian Lepas) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kantor OPD Pemkot Batu sendiri terpusat di Balai Kota Among Tani.

“Sebanyak 22 kasus itu tidak terjadi bersamaan. Contohnya dari Kesra, kemudian BKDSDM, Catatan Sipil, Kesbang, Perpustakaan, dan lainnya. Oleh sebab itu, saya berharap segera dilakukan penanganan, yang terakhir di BKDSDM ada 9 orang,” ujar Punjul, Sabtu (15/8/2020).

Punjul mengatakan, dengan kenyataan ini Dinas Kesehatan Kota Batu kemudian mengeluarkan surat rekomendasi untuk Balai Kota Among Tani ditutup guna sterilisasi selama satu pekan lebih. Terhitung sejak 15 Agustus 2020 hingga 23 Agustus 2020. Sementara para pegawai diminta kerja di rumah atai work from home (WFH).

“Jadi libur sejak 15 hingga 23 Agustus. Mereka work from home tapi untuk bagian pelayanan tetap kita buka. Bagi yang positif kita sarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” kata Punjul.

Punjul mengungkapkan, penyebab puluhan ASN terkonfirmasi positif Covid-19 karena beberapa diantaranya sempat ke daerah zona merah. Mereka diketahui pulang atau menghadiri suatu kegiatan di sejumlah daerah. Seperti di Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang dan Jombang. Selain itu, para pegawai Pemkot Batu juga banyak dari luar daerah mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang bahkan Kediri.

“Pada saat hari raya kemarin, sudah tidak ada yang positif, tapi dua minggu setelah hari raya, dia datang ke orang tuanya untuk melaksanakan hari raya, akhirnya tertular satu dari Surabaya. Banyak ASN kami yang keluarganya dari wilayah lain, yang masuk dalam zona merah, mereka ke sana,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar