Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

203 Ekor Sapi di Probolinggo Terjangkit PMK, Ini Langkah DPKH

Petugas sedang melakukan pemeriksaan sapi

Probolinggo (beritajatim.com) – Tercatat ada 203 ekor sapi diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo. Data tersebut diperoleh dari laporan petugas teknis peternakan yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Potensi ternak terancam PMK berdasarkan populasi 2022 tribulan I untuk sapi potong sebanyak 312.932 ekor dan sapi perah 8.164 ekor. Untuk sapi potong tersebar di 24 kecamatan, namun yang sudah terindikasi sakit ada di Kecamatan Kuripan, Bantaran dan Wonomerto,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi, saat rapat koordinasi pengendalian dan penanggulangan wabah PMK di ruang pertemuan UPT Puskeswan DPKH Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/5/2022).

Menurut Yahyadi, kewaspadaan terhadap PMK ini perlu dilakukan, selain penyebarannya sangat cepat, pengendaliannya pun sangat sulit dan membutuhkan biaya besar. Mulai dari pengobatan, vaksinasi serta operasional pengawasan lalu lintas hewan ternak.


“Langkah-langkah pengendalian tersebut diantaranya pembentukan Satgas Kabupaten Pengendalian dan Penanggulangan PMK, menyediakan Posko Laporan di tingkat kabupaten hingga desa, membuat rencana aksi jangka pendek (darurat) dan jangka panjang,” jelasnya.

Kemudian memaksimalkan peran petugas untuk memantau, mendata dan mengendalikan pergerakan kasus mulai dari jam per jam, per hari serta mengisolasi ternak tertular dan menutup lalu lintas hewan ternak dari daerah tertular.

“Serta memperketat pengawasan lalulintas ternak hewan terutama di Pasar Hewan dan pemotongan di RPH, mengintensifkan KIE pengendalian dan penanggulangan wabah PMK dan menyiapkan anggaran dalam rangka mendukung kegiatan pengendalian dan penanggulangan wabah PMK,” ujarnya.

Terkait pengendalian ternak sakit dan area tertular, dilakukan dengan isolasi dan karantina, stamping out, dekontaminasi serta disposal. Selain itu ia menegaskan hewan yang terjangkit PMK tidak diizinkan untuk dipotong. Namun harus diisolasi terlebih dahulu untuk dilakukan pengobatan.

“Untuk penanganan wabah, hewan diduga PMK tidak diizinkan untuk dipotong. Harus diisolasi. Hewan didiagnosa PMK dapat dilakukan pengobatan supportif dan antibiotic. Juga vaksinasi segera dilakukan sesuai petunjuk ototoritas veteriner kementerian atau provinsi. Serta pemotongan ternak hanya dilakukan di RPH setelah dilakukan pemeriksaan antepost mortem dan dinyatakan boleh dipotong atau potong bersyarat,” katanya. [tr/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar