Pendidikan & Kesehatan

2 Tahanan Positif Covid, Diisolasi di Gedung Balai Diklat Kota Mojokerto

Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, BD Hatmoko. [Foto: misti/bj.com)

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua tahanan Jaksa Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto yang dititipkan di ruang tahanan Polresta Mojokerto diketahui positif Covid-19. Alhasil, kedua tahanan kasus narkotika berjenis kelamin laki-laki tersebut harus dipindahkan ke Gedung Balai Diklat milik Pemkot Mojokerto.

Gedung Balai Diklat yang terletak di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tersebut difungsikan untuk mendukung Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang kondisinya sudah penuh pasien positif Covid-19.

Dua orang tahanan yang diketahui terjangkit Covid-19 tersebut berjenis kelamin laki-laki. Satu orang tahanan masih proses persidangan tersebut diketahui positif dari hasil swab tanggal 27 Juli lalu, sementara satu orang tahanan sudah diputus Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto tersebut diketahui positif pada tanggal 14 Agustus 2020.

Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, BD Hatmoko mengatakan, pasca diketahui positif Covid-19, kedua tahanan menjalani isolasi di Gedung Balai Diklat Pemkot Mojokerto. “Dari hasil reaktif tersebut, kemudian keduanya diisolasi mandiri untuk dilakukan uji swab. Dari hasil uji swab, kedua orang tahanan tersebut terkonfirmasi positif,” ungkapnya, Kamis (12/8/2020).

Sehingga keduanya dilakukan penahanan mandiri atau sel mandiri yang ditempatkan di Gedung Balai Diklat Pemkot Mojokerto. Proses persidangan untuk satu orang tahanan, lanjut Kasi Intel, saat ini karena proses pembelantaran sehingga ditangguhkan terlebih dahulu. Sementara satu orang tahanan yang sudah diputus PN Mojokerto.

“Untuk pegawai Kejari Kota Mojokerto secara berkala dilakukan rapid tes sebulan sekali. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang reaktif atau positif. Sidang saat ini kami optimisasi dengan menggunakan sarana virtual secara online dengan penempatan pihak-pihak yang ada di persidangan, di Kejari, di Polresta atau tahanan di rutan,” jelasnya.

Jika tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mojokerto, maka saksi antara di Polresta ada Kejari Kota Mojokerto. Kalau posisi tahanan di Polresta Mojokerto maka penyidik yang menemani, ada tahanan saat persidangan di Lapas Mojokerto maka ditemani sipir. Sehingga meski pandemi, proses peradilan tahanan lainnya masih tetap berlangsung.

Kasi Intel menambahkan, saat ini jika ada pelimpahan tersangka masih bergantung di ruang tahanan Polresta Mojokerto. Saat di Lapas Mojokerto ada yang keluar baru dibawa ke Lapas. Meski situasi masih pandemi Covid-19, namun Kejari Kota Mojokerto tidak menolak jika ada pelimpahan berkas dari Polresta Mojokerto.

“Tidak (menolak pelimpahan perkara). Pelimpahan perkara sesuai waktu karena penanganan perkara dibatasi waktu, Kejari Kota Mojokerto tetap menindaklanjuti segala proses peradilan maupun penuntutan yang dilimpahkan oleh pihak kepolisian langsung dilimpahkan ke PN untuk disidangkan,” ujarnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar