Pendidikan & Kesehatan

Update Sebaran Covid-19 Pamekasan

2 PDP di Pamekasan Meninggal Dunia, Satu di Antaranya Wartawan

Proses pemakaman jenazah PDP dengan menerapkan protokol Covid-19 di Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Dua warga Pamekasan dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan intensif di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, meninggal dunia, Rabu (10/6/2020). Satu di antaranya berprofesi sebagai wartawan.

Hal itu berdasar update peta sebaran wabah virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19, Kamis (11/6/2020). Di mana selain dua orang dengan status PDP yang meninggal dunia, juga ada tambahan sebanyak empat orang dengan status serupa.

“Total PDP saat ini terdata sebanyak 79 orang, ada tambahan enam orang dari sebelumnya terdata sebanyak 53 orang. Bahkan dua di antaranya meninggal dunia di RSUD Smart Pamekasan,” kata Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sigit Priyono.

Dengan tambahan enam pasien baru tersebut, saat ini total PDP di Pamekasan terdata sebanyak 79 orang. Meliputi sebanyak 49 orang dalam pengawasan, sebanyak 17 orang dinyatakan selesai dan sebanyak 14 orang lainnya meninggal dunia. “Untuk PDP baru, saat ini juga ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah, lainnya di RSUD Smart,” ungkapnya.

Update Peta Sebaran Covid-19 Pamekasan berdasar update Tim Satgas Covid-19 Pamekasan.

“Sementara untuk pasien yang dinyatakan positif tetap seperti kemarin, yakni sebanyak 52 orang. meliputi sebanyak 32 orang yang tengah menjalani perawatan, sebanyak 10 orang dinyatakan sembuh, serta sebanyak 10 orang lainnya meninggal dunia,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Penanggulangan Covid-19 RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat bahwa dua PDP yang meninggal dunia dikebumikan dengan menerapkan protokol Covid-19. “PDP meninggal dimakamkan dengan menerapkan protokol Covid-19,” kata dr Syaiful Hidayat.

Berdasar hasil tes cepat yang dilakukan tim medis RSUD Smart Pamekasan, satu PDP yang meninggal dunia diketahui reaktif. Sehingga dilakukan perawatan intensif di rumah sakit. “Jadi selain yang bersangkutan (PDP meninggal), istrinya juga menunjukkan hasil reaktif,” imbuhnya.

“Jadi sebelum dirujuk ke RSUD Smart, yang bersangkutan dirawat di Puskesmas Pademawu, karena keluhan demam dan sesak nafas. Karena kondisinya makin parah dan menunjukkan gejala Covid-19, akhirnya dirujuk ke RSUD (Smart) dan dilakukan rapid tes, hasilnya reaktif,” pungkasnya. [pin]

Apa Reaksi Anda?

Komentar