Pendidikan & Kesehatan

2 Kepala SMA di Jember Harus Isolasi Mandiri

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jember, Mahrus Syamsul

Jember (beritajatin.com) – Dua orang kepala sekolah menengah atas Kabupaten Jember yang mengikuti pelantikan di Gedung Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, Surabaya, Rabu (20/5/2020), harus menjalani isolasi mandiri.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jember, Mahrus Syamsul, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD setempat, Kamis (4/6/2020). Ada 12 orang pengawas dan 11 orang kepala sekolah menengah atas dari Kabupaten Jember yang mengikuti pelantikan tersebut.

“Atas perintah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, supaya diadakan tes rapid. Maka atas kerjasama Kepala Dinas dengan Gugus Covid Jawa Timur, diperintahkan semua rumah sakit agar melakukan rapid test kepada kepala sekolah dan pengawas yang kemarin dilantik,” kata Mahrus.

Hasilnya, kemarin petang, Dinas Kesehatan Jember mengabarkan jika ada dua kepala sekolah yang harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sembari menunggu antrea tes lanjutan. Mahrus sudah menenangkan, karena kabar itu membuat keduanya bingung. Apalagi dua orang itu tak menunjukkan gejala sakit. “Kami beritahu kalau belum tentu positif Covid,” katanya.

Mahrus sendiri membantah jika ada ‘klaster pelantikan’ sebagaimana diberitakan media massa. “Tadi pagi sudah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, tidak ada klaster baru. Ternyata semua cabang dinas melaporkan, hampir semua hasil tes rapid tidak reaktif atau negatif,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar