Pendidikan & Kesehatan

17 Pegawai Diisolasi, Pelayanan RSUD Ploso Terganggu

Direktur RSUD Ploso Jombang dr Achmad Iskandar

Jombang (beritajatim.com) – Pelayanan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ploso Jombang terganggu. Hal itu menyusul adanya 17 pegawai rumah sakit pelat merah tersebut yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari ke depan.

Pernyataan itu ditegaskan Direktur RSUD Ploso dr Achmad Iskandar, Senin (20/4/2020). “Tentu saja pelayanan terganggu. Karena dalam waktu singkat kita harus kehilangan 17 karyawan. Mereka harus menjalani isolasi mandiri di rumah,” kata Iskandar ketika dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut.

Namun demikian, lanjut Iskandar, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi agar pelayanan tetap berjalan normal. Semisal, dalam kondisi normal, satu bagian RSUD Ploso bisa melayani 22 pasien. Namun dengan banyaknya perawat yang menjalani isolasi, jumlah pelayanan kita batasi 15 pasien.

Seperti diberitakan, sebanyak 17 pegawai RSUD Ploso menjalani isolasi mandiri di rumah mulai Jumat (17/4/2020) sore. Itu setelah ada salah satu pasien yang menjalani rapid test hasilnya positif. Padahal, pasien tersebut sudah menjalani rawat inap sejak Rabu (15/4/2020).

Saat pertama masuk dilakukan langkah-langkah medis. Namun tifak ditemukan gejala yang mengarah pada Covid-19. Baru dua hari kemudian, saat dokter melakukan visite ditemukan kecurigaan. Karena pasien tersebut ada gejala pernafasan.

Hingga akhirnya, pasien berusia 62 tahun tersebut dirujuk ke RSUD Jombang. Sedangkan 17 karyawan (tenaga paramedis dan non paramedis) harus menjalani isolasi mandiri di rumah. “Ini sebagi langkah kehati-hatian. Kondisi mereka terus kita pantau,” pungkas Iskandar. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar