Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

153 WBP di Lapas Lamongan Divaksin, Termasuk 2 Napiter

Kegiatan vaksinasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), di Lapas Kelas IIB Lamongan, Kamis (10/2/2022).

Lamongan (beritajatim.com) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan bekerjasama dengan Kepolisian Resort (Polres) Lamongan menggelar vaksinasi Covid-19 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (10/2/2022).

Vaksinasi ini diikuti oleh 153 WBP termasuk 2 Warga Binaan Terpidana Kasus Terorisme (Napiter), yang sebelumnya tak diperbolehkan mengikuti vaksin dikarenakan sakit.

Plt Kepala Lapas Lamongan, Mahrus mengatakan, bahwa pemberian vaksinasi Covid-19 ini merupakan upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi WBP.

“Terimakasih kepada Polres Lamongan, karena telah membantu pelaksanaan vaksinasi. Ini adalah vaksinasi ke-4 yang digelar Lapas Lamongan. Kami turut senang karena 2 Napiter Lapas Lamongan ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi,” ujar Mahrus.

Menurut Mahrus, kegiatan vaksinasi ini sangat penting dilakukan di tengah pandemi yang semakin meningkat. Oleh sebab itu, lanjut Mahrus, selain pegawai, para WBP juga berperan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Selain membentuk kekebalan individu, vaksinasi ini juga diharapkan akan mempercepat kekebalan kelompok, sehingga musibah pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir,” imbuhnya.

Kegiatan vaksinasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), di Lapas Kelas IIB Lamongan, Kamis (10/2/2022).

Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana menuturkan, bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan bentuk sinergitas yang baik antara Lapas dengan Polres Lamongan.

“Vaksinasi ini adalah kebaikan untuk kalian semua, ini adalah tirakat dan ikhtiar untuk mencegah penularan Covid-19. Kita semua berharap, kegiatan ini bisa terus dilakukan untuk kebaikan kita bersama,” tutur Miko.

Sebagai informasi, dari 484 WBP yang ada di Lapas Lamongan, 345 orang (76,6%) di antaranya sudah mengikuti vaksin, yakni 276 orang (57%) sudah divaksin dosis kedua dan 95 orang (19,6%) vaksin dosis pertama.

Sedangkan WBP sisanya, masih terhambat untuk mendapatkan vaksin akibat riwayat penyakit dan terkendala administrasi seperti nomor KTP yang belum terdaftar, maupun beberapa masalah lainnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar