Pendidikan & Kesehatan

15 Nakes Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Vaksinasi, Begini Penjelasannya

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini usai divaksin dosis kedua, Rabu (10/2). (Foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 15 tenaga kesehatan (nakes) di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo terkonfirmasi positif Covid-19 setelah vaksinasi dosis pertama. Para nakes tersebar di beberapa puskesmas dan di kantor Dinkes Ponorogo.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. Dia menyebut ternyata beberapa hari setelah dilakukan vaksinasi dosis pertama, ada nakes yang terdeteksi terpapar dan ketahuan terkonfirmasi positif.

“Memang ada beberapa nakes yang positif pasca vaksinasi pertama di Ponorogo. Saya akan jelaskan kok itu bisa terjadi,” kata Irin saat ditemui awak media, Kamis (11/2/2021).

Sebelum menjelaskan kenapa beberapa nakes itu bisa positif usai vaksinasi, Irin menyebut jika vaksin itu adalah virus yang dilemahkan atau dimatikan. Disuntikan ke tubuh untuk memacu tubuh membentuk antibodi terhadap virus tersebut. Vaksin baru efektif membentuk antibodi pada hari ke-12 setelah penyuntikan vaksin.

“Jadi antibodi terbentuk setelah 12 hari penyuntikan vaksin tersebut,” katanya.

Sementara itu jika sudah ada antibodi di tubuh, apakah tidak bisa terpapar? Irin menyebut kemungkinan terpapar masih bisa. Namun, kondisinya tidak separah kalau orang tersebut belum divaksin. Sehingga orang yang sudah divaksin itu, bukan berarti sudah tidak bisa terpapar. Masih bisa namun bisa dibilang risikonya kecil.

Kembali ke masalah nakes yang terpapar pasca vaksinasi, Irin menjelaskan bahwa vaksinasi di Ponorogo dilakukan beberapa hari mulai tanggal 27 Januari lalu. Sehingga pembentukan antibodi akan efektif pada 12 hari kemudian atau pada tanggal 8 Februari.

“Nah, sementara nakes yang terpapar ini diketahui positif pada tanggal 1 Februari lalu,” ungkapnya.

Artinya, kemungkinan nakes ini terpapar virus bisa sebelum melakukan vaksinasi atau paling lambat 1-2 hari pasca vaksinasi. Sehingga Irin menegaskan bahwa saat terdeteksi positif Covid-19 itu, antibodi di tubuh nakes yang terpapar itu memang belum terbentuk. Jumlah nakes yang terpapar itu, kata Irin ada 15 orang.

Terdiri dari 10 nakes dari beberapa puskesmas, yang salah satunya nakes yang bertugas di Puskesmas Ponorogo Selatan. Sisanya 5 orang dari lingkup Kantor Dinkes. Jumlah 5 orang itupun juga ada yang memang belum divaksin.

“Ketika ditanya tertular dari mana, mereka juga tidak tahu. Karena ini juga risiko pekerjaannya sebagai nakes,” katanya.

Bagi nakes yang sudah divaksin dan terpapar Covid-19, menurut Irin sudah tidak boleh lagi melakukan vaksinasi dosis kedua. Sebab, yang keduanya sudah terpapar virus tersebut.

Akibat kejadian ini, Puskesmas Ponorogo Selatan sempat dilakukan penutupan 2 hari. Penutupan itu karena nunggu hasil. Diketahui ada yang negatif, ya dibuka lagi.

“Sebelum vaksinasi kaan dilakukan skrining, kalau pernah terpapar ya tidak boleh melakukan vaksinasi,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar