Pendidikan & Kesehatan

14 Warga Gresik Terjaring Razia Operasi Yustisi

Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 14 warga Gresik terjaring razia operasi yustisi yang digelar oleh tim gabungan selama dua hari. Operasi yang digelar ini dalam rangka meningkatkan disiplin warga serta penegakan hukum protokol kesehatan. Terlebih lagi, saat ini wilayah Kabupaten Gresik masih masuk kategori zona oranye di masa pandemi Covid-19.

Ada puluhan petugas yang dilibatkan dalam operasi yustisi itu. Petugas tersebut antara lain dari TNI, Polres Gresik, dan Dinas Satpol PP Gresik.

Operasi gabungan dipimpin langsung oleh Ipda Darwoyo selaku Kanit Patroli Satlantas Polres Gresik, dimaksudkan memberi efek jera terhadap warga yang tidak disiplin melanggar Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perbup nomor 22 tahun 2020.

“Terkait pelanggaran protokol kesehatan kami mengutamakan warga yang tidak menggunakan masker,” ujarnya, Rabu (30/09/2020).

Pelaksanaan operasi yustisi ini dilakukan di sejumlah ruas jalan. Antara lain Jalan Raden Santri, Jalan Pahlawan, Jalan Jaksa Agung Suprapto, dan Jalan Dr Soetomo Gresik.

Selain mengkedepankan penegakan protokol kesehatan. Petugas di lapangan juga melakukan himbauan secara humanis.

Hasil operasi yustisi, ada 14 warga melanggar protokol kesehatan. Mereka dikenai denda per orang Rp 150 ribu dengan melakukan transfer ke bank. Sementara, ada juga warga yang memilih kerja sosial.

Salah satu warga yang melanggar protokol kesehatan, M.Ajiz Muslim asal Jalan Gubernur Suryo Gang 8E Gresik mengaku dirinya tidak tahu kalau ada operasi yustisi saat mengendarai motor.

“Saya terburu-buru jadi lupa mengenakan masker. Sewaktu di jalan diberhentikan petugas lalu memilih kerja sosial membersihkan jalan,” ujarnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar