Pendidikan & Kesehatan

14 Nakes Positif, Layanan Kamar Operasi RSUD Prof Dr Soekandar Mojokerto Dihentikan Sementara

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar, dr Djalu Naskutub. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 14 orang tenaga kesehatan (nakes) di bagian operasi RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dinyatakan positif Covid-19. Alhasil, pelayanan di kamar operasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto untuk sementara dihentikan.

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar, dr Djalu Naskutub mengayakan, terkait pelayanan di kamar operasi karena ada 14 nakes yang positif atau sekitar 50 persen nakes yang bekerja di bagian kamar operasi sehingga pelayanan di kamar operadi ditutup sementara. “Untuk yang lain negatif hasil swab nya,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020).

Sehingga untuk pelayanan kamar operasi sementara dihentikan dan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk pembersihan. Masih kata dr Djalu, hal tersebut sesuai hasil rapat bersama Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 RSUD Prof Dr Soekandar. Pada Kamis (30/7/2020) besok, akan dilakukan uji swab kedua.

“Sebanyak 14 orang nakes ini merupakan perawat semua dan merupakan OTG. Kamis akan swab kedua, mudah-mudahan hasilnya negatif maka lebih tenang lagi untuk membuka operasional operasi. Ini hasil dari rapat, kondisi kamar operasi karena hampir semua di kamar operasi, RR dan anestesi jadi satu-kesatuan,” katanya.

Terkait pelayanan operasional kamar jenazah, lanjut dr Djalu, akan dikoordinasi lebih lanjut dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. Yakni dimana yang ditujukan untuk kamar operasi ke depannya karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto masih memiliki rumah sakit lain.

“Kita koordinasi dengan Kadinkes mungkin di rumah sakit lain yang bisa ditempati pasien seperti RSUD RA Basoeni di Kecamatan Gedeg, ini termasuk koordinasi dengan gugus tugas. Semua menjalani isolasi di RSUD biar pengawasan lebih mudah untuk dilakukan pengawasan dari Satgas Covid-19 dan tidak sampai terjadi penularan,” jelasnya.

dr Djalu menambahkan, pelayanan di RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto secara keseluruhan tidak ditutup. Namun hanya operasional di kamar operasi saja yang dihentikan sementara, ini karena sebanyak 14 orang nakes tersebut ada di bagian kamar operasi. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar