Pendidikan & Kesehatan

12 Anak Terlantar yang Dipelihara Dinsos Jatim Alami Masalah Kesehatan

Kepala UPT PPSAB Dwi Antini Sunarsih [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 12 dari 53 orang anak terlantar yang dipelihara Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Jawa Timur, di Kabupaten Sidoarjo, mengalami masalah kesehatan.

Enam anak yang mengalami masalah kesehatan itu di antaranya berusia di atas lima tahun. “Ada yang hidrocephalus, sumbing, berkebutuhan khusus, ada yang low vision, autis, dan lain-lain,” kata Kepala UPT PPSAB Dwi Antini Sunarsih, di Kantor Dinsos Jember, Selasa (9/3/2021).

Anak tertua yang dipelihara Dinsos di sana berusia sembilan tahun dan mengalami hidrocephalus. Menurut Antini, anak tersebut sudah tiga kali menjalani operasi penyembuhan. Namun kondisinya masih belum membaik sebagaimana diharapkan. “Jadi makannya harus di-slang (pakai slang) tiap hari,” katanya.

Berat tubuh anak itu dua puluh lima kilogram dan kondisinya rapuh. “Harus hati-hati, karena hidrocephalus tidak bergerak sama sekali,” kata Antini.

Anak-anak yang mengalami masalah kesehatan ini masih dirawat PPSAB karena tidak ada warga yang mengadopsi. PPSAB berusaha mencari rujukan tempat yang bisa menerima mereka. Ada salah satu panti asuhan khusus anak-anak cacat dan berkebutuhan khusus di Malang yang bisa menerima, namun kapasitas jumlah anak yang dirawat di sana masih penuh. Jadi, anak-anak terlantar yang mengalami masalah kesehatan ini pun masih dirawat PPSAB. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar