Pendidikan & Kesehatan

11 PTN-BH Formulasikan Sinergi Kurikulum Kampus dan Dunia Kerja Selama Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Kehidupan Kampus selama pandemi Covid-19 tentunya banyak perubahan, baik yang sifatnya aplikatif maupun tidak. Untuk itu, Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri (MSA PTN-BH) menggelar Sidang Paripurna.

Prof. dr. Djoko Santoso, selaku Ketua SA Unair  yang juga host pelaksana sidang tersebut menyampaikan, pandemi Covid-19 telah menimbulkan beragam tantangan-tantangan baru bagi perguruan tinggi. Tantangan-tantangan berat itu pasti bisa kita lewati dengan nilai kesatuan semua pihak.

“Mengeksplorasi efektivitas pembelajaran daring dalam rangka menguatkan relevansi riset dan kurikulum Pendidikan Tinggi dengan dunia kerja di era pembiasan perilaku baru dan pasca pandemi Covid-19 sangat perlu dilakukan,” ujarnya, Sabtu (3/10/2020).

Menurut Prof Djoko, forum pertemuan PTN BH di Surabaya itu menjadi sangat perlu dan penting dalam menyiapkan formula PTN BH dalam menghadapi beragam tantangan tersebut. Terutama menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi perubahan-perubahan akibat pandemi Covid-19.

Menteri Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro bakal turut menyampaikan Keynote Speech dengan dimoderatori Prof. Ir. Priyo Suprobo, M.S., Ph.D. (Ketua SA ITS).

Sesi berikutnya, digelar diskusi panel. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. H. Didi Suryadi, M.Ed. (Ketua SA UPI) memaparkan materi “Efektivitas Pembelajaran Daring: Menyiapkan Strategi Pembelajaran Daring dalam Rangka Menjaga dan Memperkuat Kompetensi dan Kesiapan Alumni Memasuki Dunia Kerja”. Pembicara kedua, Dr. Nalini Muhdi, SpKJ (K), FISCM (UNAIR) dengan materi “Pentingnya Kompetensi Mental Health dalam Menghadapi Dunia Kerja yang Tak Menentu”.

Sementara itu, Prof. Nachrowi, M.Sc, M.Phil, Ph.D., selaku ketua panitia menyebut sidang itu ditujukan untuk mengeksplorasi efektivitas pembelajaran daring dalam rangka menguatkan relevansi riset dan kurikulum Pendidikan Tinggi dengan dunia kerja di era pembiasan perilaku baru dan pasca pandemi Covid-19.

”Selain itu, ini ditujukan menyiapkan Strategi Pembelajaran Daring dalam Rangka Menjaga dan Memperkuat Kompetensi dan Kesiapan Alumni Memasuki Dunia Kerja. Dan, menemu-kenali dan mengantisipasi Mental Disorder para Alumni Menghadapi Dunia Kerja yang Tak Menentu,” katanya.

Diketahui, turut pula disampaikan tiga laporan komisi. Yakni Komisi I (Akademik dan Sarana Prasarana) oleh Prof. Dr. drg. Indang Trihandini, M.Kes.;  Komis II (Riset, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpG(K); Komisi III (Sumber Daya Manusia dan Kerjasama) Prof. Dr. A. Harsono Soepardjo.

Serta, pada akhir akan disampaikan rekomendasi dari MSA PTN-BH terkait Penguatan Relevansi Riset dan Kurikulum Pendidikan Tinggi dengan Dunia Kerja di Era Pembiasaan Perilaku Baru dan Pasca Pandemi Covid-19 oleh Prof. Dr. Ir. H. Dodi Nandika, MS (Ketua SA IPB)

Sidang Paripurna MSA PTN-BH diikuti delegasi Senat Akademik dari sebelas PTN-BH di Indonesia. Yakni, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanudin (Unhas), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar