Pendidikan & Kesehatan

10 Tim Lolos ke Babak Final ‘Geotechnical Engineering Competition’

Surabaya (beritajatim.com) – Geotechnical Engineering Competition (GEC) merupakan lomba Geoteknik Mahasiswa Tingkat Nasional yang diadakan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian (FTSPK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) bersama PT Teknindo Geosistem Unggul dan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI).

Saat ini GEC sedang dalam tahap menuju babak final yang diadakan pada 28-31 Oktober nanti. GEC tahun ke-6 ini diikuti 69 tim dari 28 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Menurut Koordinator Bidang Lomba GEC, Cita Nanda Kusuma Negari, setelah dilakukan babak penyisihan, tinggal menyisakan 10 tim yang dinyatakan berhak untuk melanjutkan ke babak final.

Sebanyak 10 tim lolos sebagai finalis tersebut adalah 1 tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 3 tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, 1 tim dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, 2 tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, 1 tim dari Universitas Jember (UNEJ) Jember dan 2 tim dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

“Kesepuluh tim finalis tersebut harus mengikuti berbagai tahap lanjutan hingga pada hari Kamis–Jumat (29-30/10/2020) melakukan presentasi di hadapan 5 anggota Dewan Juri dari Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) pada hari Sabtunya,” jelas Cita Nanda Kusuma Negari, Sabtu (24/10/2020).

Dari 10 tim tersebut akan dipilih 3 tim terbaik yang akan diberikan trophy, piagam penghargaan serta hadiah masing-masing Rp 10.000.000 untuk Juara I, Rp 7.500.000 untuk Juara II dan Rp 5.000.000.

Sementara itu, Wahyu P. Kuswanda, Direktur PT Teknindo Geosistem Unggul yang telah 6 kali berturut-turut bertindak selaku sponsor tunggal Lomba Geoteknik Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil ITS mengatakan bahwa perusahaannya peduli dan bersedia sebagai sponsor lomba ini karena ingin turut-serta membangun sumberdaya manusia di bidang geoteknik untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Kami tidak ingin generasi penerus hanya memperoleh warisan bangunan fisik infrastruktur saja, namun juga harus mewarisi teknologi bagaimana infrastruktur itu dibangun. Nah, pada lomba kali ini, kami sangat optimis keinginan kami bisa terwujud. Apalagi tim-tim yang lolos ke babak final berasal dari perguruan tinggi papan atas di Indonesia,” kata Wahyu P. Kuswanda.

Selain diikuti oleh para mahasiswa dari perguruan tinggi papan atas, GEC tahun 2020 bertambah lagi gengsinya karena didukung oleh Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), suatu asosiasi profesi jasa konstruksi tempat berhimpunnya para ahli teknik tanah (geoteknik) seluruh Indonesia.

“Kami berharap kerja sama terkait lomba ini akan membuka dan memperluas wawasan para mahasiswa tentang apa itu bidang geoteknik dan apa itu profesi ahli geoteknik. Kami juga berharap lomba ini juga meningkatkan sejumlah soft skill para mahasiswa yang akan menjadi bekal setelah lulus dari Perguruan Tinggi mereka masing-masing,” imbuh Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso, MSc, PhD, Ketua Umum HATTI yang juga menjabat sebagai Guru Besar Geoteknik Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

“Kami melalui Bidang Anggota Muda dan Mahasiswa HATTI yang juga bagian dari Young Member Presidential Group, International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE) tentu berharap para mahasiswa ini akan menjadi generasi penerus dari ahli geoteknik di Indonesia dan juga tentu generasi penerus dari kepengurusan HATTI,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar