Pendidikan & Kesehatan

1 Pasien di Kota Mojokerto Meninggal, Ditangani Pakai SOP Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, Christina Indah Wahyu. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pasien meninggal di salah Rumah Sakit (RS) swasta di wilayah Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (27/3/2020) kemarin. Namun karena situasi sedang pendemi virus corona (Covid-19), penanganannya pakai standar operasional prosedur (SOP) seperti pasien yang meninggal karena Covid-19.

Kabar meninggalnya salah satu pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, Christina Indah Wahyu usai bagi-bagi masker kepada pedagang di Pasar Tanjung Anyar. “Pasien yang meninggal memang ada,” ungkapnya, Sabtu (28/3/2020).

Masih kata Indah, pasien berusia 58 tahun warga Kabupaten Blitar tersebut bukan pasien Covid-19. Namun untuk lebih jelas terkait berita meninggalnya pasien di salah satu RS swasta tersebut, lanjut Indah, Posko Covid-19 Pemkot Mojokerto yang dikomandani Sekda Kota Mojokerto yang akan memberikan keterangan.

“Nanti khusus yang itu, kita akan merilis di Posko biar tidak satu-satu seperti ini. Pasien yang meninggal memang ada tapi penjelasan untuk pasien itu mereka bukan Covid-19 namun perlakuannya memang Covid-19. Informasi biar keluar dari posko, aku tidak menyalahi nanti,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang pasien meninggal di RS swasta di wilayah Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada, Jumat (27/3/2020). Sekira pukul 07.00 WIB, kondisi kesehatan pasien drop dan dirujuk ke RS swasta tersebut. Namun sekitar pukul 10.30 WIB yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.

Meski belum tentu pasien meninggal karena Covid-19, tetapi karena situasi sedang pendemi Covid-19 sehingga penanganannya diberlakukan seperti pasien yang meninggal karena Covid-19. Jenazah ditangani oleh tim dokter dari RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dibawa ke Kabupaten Blitar.

Sekadar diketahui terkait riwayat kesehatan pasien, pasien pernah dirawat di RS Dr Sutomo Kota Surabaya karena sakit pnemonia dan anemia sekitar 2 minggu yang lalu dibawa pulang ke Kota Mojokerto. Di Kota Mojokerto, pasien tinggal bersama anaknya namun bukan warga Kota Mojokerto. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar