Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

1 Maret 2021 Kota Mojokerto Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ada 5 Syarat Ketentuan Wajib

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid saat konferensi pers di Rumah Rakyat.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada, 1 Maret mendatang. Ada lima syarat yang menjadi ketentuan wajib dalam PTM terbatas tersebut.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari di Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Senin (22/2/2021). “Kegiatan belajar mengajar tatap muka secara terbatas ini akan dilakukan dengan menerapkan ketentuan-ketentuan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ada lima syarat yang menjadi ketentuan wajib dalam PTM terbatas tersebut. Yakni kapasitas peserta didik maksimal 50 persen, penggunaan masker tiga lapis selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memasuki dan setelah keluar kelas.

Menerapkan aktifitas dengan menjaga jarak minimal 1.5 meter dan menerapkan etika batuk dan bersin. Untuk siswa dengan kondisi yang kurang sehat dan mengalami gejala batuk atau pilek maka akan disarankan untuk sementara tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka sampai kondisinya sehat kembali.

“Kami akan memastikan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di satuan pendidikan sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Memastikan ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai, memastikan jumlah ketersediaan masker 3 lapis untuk siswa dan tenaga pendidik,” jelasnya.

Ning Ita (sapaan akrab, red) akan memastikan tersedianya thermo gun di satuan pendidikan serta memastikan ketersediaan sekat di masing-masing bangku yang akan digunakan oleh siswa. Seluruh siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, tentunya harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali terlebih dahulu.

“Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama. Tenaga pendidik juga sudah diusulkan untuk mendapatkan prioritas vaksin agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman. Penerapan kegiatan belajar mengajar nantinya akan berjalan dengan sistem blended learning,” urainya.

Yakni perpaduan antara kegiatan belajar mengajar tatap muka dan kegiatan belajar mengajar daring, sampai pelaksanaan pendidikan di Kota Mojokerto berangsur normal kembali. Pihaknya berharap, penerapan kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan protokol kesehatan dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa SD-SMP di Kota Mojokerto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, jumlah siswa yang akan mengikuti PTM di Kota Mojokerto sebanyak 20.676 siswa. “Jumlah siswa SD sebanyak 12.314 siswa dan SMP sebanyak 8.362 siswa,” tambahnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar