Pendidikan & Kesehatan

1 Dokter dan 5 Perawat RSU Dr Wahidin Mojokerto Positif Covid-19

Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Sugeng Mulyani. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satu orang dokter dan lima orang perawat RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dinyatakan positif Covid-19. Ke enam tenaga kesehatan (nakes) dan para medis tersebut merupakan nakes di bagian instalasi gizi, Hemodialisis (HD) dan Kamar Operasi (OK).

Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Sugeng Mulyani membenarkan, ada enam orang nakes dan para medis di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto yang terpapar virus corona. “Ada 6 orang nakes, HD 2 orang, OK 2 orang, instalasi gizi 2 orang,” ungkapnya, Rabu (29/7/2020).

Masih kata dr Sugeng, terdeteksinya enam orang nakes dan para medis tersebut setelah adanya rapid rutin. Setelah rapid test dengan hasil reaktif langsung dilakukan uji swab dan diketahui ada enam nakes dan para medis dengan hasil positif. Keenam nakes dan para medis tersebut langsung dilakukan isolasi, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) maka isolasi mandiri

“Kalau ada gejala masuk di isolasi, di belakang ada 3 lantai. Isolasi mandiri bisa tapi kita lihat, jika OTG dia bisa melakukan isolasi mandiri. Namun dengan catatan, dia ada sendirian tapi kalau di rumah itu kamar mandi hanya satu, tidak bisa karena dibuat orang banyak,” katanya.

Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Perawatan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Triastutik

Meski enam orang nakes dan para medis tersebut dari tiga bagian tersebut diketahui positif Covid-19, namun lanjut dr Sugeng, ke tiga bagian tersebut tidak dilakukan lockdown secara penuh. Pasalnya, pasca diketahui ada yang terpapar langsung diminta isolasi sehingga tidak terjadi penularan.

“Namun karena ada nakes dan para medis di kamar operasi yang terpapar maka kita locdown untuk pasien elektektif tapi pasien emergency tetap dilakukan. Lowdown hanya 2 sampai 3 hari saja, tujuannya semua nakes dan para medis di kamar operasi di swab semua. Dari Senin kemarin dilakukan rapid test ke seluruh karyawan, setelah tahu hasilnya maka akan kita petakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Perawatan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Triastutik menambahkan, ada kasus tersebut langsung dilakukan penyemprotan disinfektan. “Untuk ruang isolasi setiap hari ganti shif, tiga kali dilakukan sendiri. Hanya semprot tidak septa dilakukan saat ada comfirm seperti ini,” tambahnya.

Namun untuk ruang yang masuk zona hijau, lanjut dr Triastutik, dilakukan seminggu sekali. Sementara saat satu ruangan diketahui ada yang positif, maka tidak lagi dilakukan rapid test. Namun seluruh karyawan yang ada di ruangan tersebut dilakukan swab. Di zona hijau, jika ada gejala maka bisa dilakukan rapid test.

Sebelumnya, juga ada tujuh orang nakes dan medis di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto yang terpapar Covid-19. Yakni dua orang dokter, satu orang perawat, satu orang trasfroter, satu orang perawat picu dan satu orang cleaning cervis. Namun ketujuh nakes dan para medis tersebut sudah dinyatakan sembuh. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar