Pendidikan & Kesehatan

1.500 Guru dan Kepala Sekolah di Tulungagung Ikuti Peluncuran Program Beasiswa Terus Belajar

Tulungagung (beritajatim.com) – Berlari bukan hanya untuk olahraga. Tetapi juga memberi dampak bagi orang lain. Seperti yang ditunjukkan para pelari NusantaRun yang berlari sejauh 119 kilometer sambil menggalang donasi untuk mengajak murid-murid bisa terus belajar dalam NusantaRun sesi 8 ini.

Oleh karena itu program yang diusung bernama TerusBelajar. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi pandemi yang membuat tantangan sendiri dalam pembelajaran. Tantangan tersebut dialami oleh kepala sekolah, guru, orangtua hingga murid itu sendiri. Sehingga membuat pembelajaran di masa pandemi tidak maksimal.

Program TerusBelajar sebelumnya sudah dijalankan di 4 daerah di Jawa Timur, yaitu Kota Kediri, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Blitar. Daerah kelima yang menjadi sasaran NusantaRun edisi 8 ini ialah Kabupaten Tulungagung. Melalui program ini, NusantaRun mengajak Yayasan Guru Belajar untuk menjalankan program pendampingan sekolah untuk mengatasi permasalahan di masa pandemi.

Dian Maya Puspitasari dari Yayasan lari NusantaRun mengatakan bahwa apa yang dilakukan NusantaRun ini merupakan bentuk kepedulian para pelari untuk dunia pendidikan. “Semoga beasiswa ini bisa memberikan manfaat untuk guru dan kepala sekolah di Tulungagung,” ujarnya.

Dengan program ini, dia pun berharap guru dan kepala sekolah di Kabupaten Tulungagung bisa menjadi idola bagi murid. Menurutnya, jika guru dan kepala sekolah sudah menjadi idola, maka pelajaran apapun yang diberikan bisa diserap dengan baik oleh anak-anak.

“Saat itu terjadi, maka itu akan menjadi pintu gerbang perubahan. Karena anak akan semakin rajin sekolah dan belajar tanpa merasa menjadi beban,” bebernya.

Yayasan Guru Belajar selaku lembaga yang akan menjalankan kegiatan ini, akan melakukan beberapa tahapan kegiatan pelatihan dan pendampingan baik untuk guru, kepala sekolah, orangtua serta murid.

Rizqy Rahmat Hani, Ketua Sekolah Merdeka Belajar, mengatakan dalam program ini, semua guru dan kepala sekolah di jenjang TK, SD, dan SMP se-Tulungagung bisa mendaftar dan bisa mengikuti pra program. Dimana, nantinya akan ada 50 sekolah yang akan terpilih untuk mengikuti program SMB – NR8 TerusBelajar.

“Untuk tahap awal, semua guru dan kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Tulungagung bisa ikut pra program,” paparnya.

Rizqy menambahkan, dalam mengikuti program ini guru dan kepala sekolah nantinya diharapkan bisa menerapkan merdeka belajar di sekolahnya. Sehingga, proses belajar mengajar di kelas hingga hubungan guru dan murid bisa semakin mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik.

Selain memberikan beasiswa kepada guru dan kepala sekolah, program SMB – NR8 TerusBelajar juga melakukan sesi belajar untuk murid serta orangtua. Bahkan, bagi sekolah yang mendapat beasiswa juga akan menerima papan permainan yang bisa digunakan untuk belajar murid.

Di Kabupaten Tulungagung, pembukaan program SMB – NR8 TerusBelajar digelar Kamis, 5 Agustus 2021. Dimulai pukul 13.00, acara pembukaan yang dihadiri Syaifudin Juhri, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tulungagung dilangsungkan secara virtual melalui kanal You Tube Sekolah Merdeka Belajar (SMB).

Para guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Tulungagung bisa mengikuti agenda ini secara live. Dalam kesempatan ini, Syaifudin menyambut baik program SMB – NR8 TerusBelajar.

Menurutnya, kepedulian banyak pihak untuk dunia pendidikan sangat dibutuhkan. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini. “Kami berharap program ini bisa memberi banyak manfaat untuk guru dan kepala sekolah di Tulungagung,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti saat ini, guru dan kepala sekolah harus berinovasi agar murid tidak jemu. Termasuk bagaimana beradaptasi dari pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Begitu pun sebaliknya ketika PTM terbatas diperbolehkan lagi.

“Bapak/ibu guru di Tulungagung dapat mengikuti kegiatan ini agar hal-hal baru yang didapatkan bisa segera diterapkan. Itu demi anak-anak kita, generasi penerus kita,” pungkasnya. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar