Pendidikan & Kesehatan

1.225 Mahasiswa ITS Ikuti KKN Abmas di Jatim dan NTB

Surabaya (beritajatim.com) – Masa pandemi bukanlah halangan bagi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan 1.225 mahasiswa ITS dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) yang sebagian besar dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September dan November 2020.

Kepala Subdirektorat Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Lalu Muhamad Jaelani ST MSc PhD, menjelaskan bahwa sebelum adanya KKN ini, di ITS telah ada program pengabdian kepada masyarakat (Abmas) yang dilaksanakan oleh tim yang beranggotakan para dosen ITS. Namun, seiring berjalannya waktu diperlukan tambahan anggota yang terdiri dari mahasiswa ITS untuk membantu sejak tahap pelaksanaan hingga tahap diseminasi hasil pengabdian. “Jadi integrasi KKN ke dalam Abmas dosen harapannya akan mendapatkan sumber daya pengabdian yang lebih melimpah,” ujarnya.

Lalu menambahkan bahwa selain membantu meringankan tugas dosen, bergabungnya mahasiswa dalam KKN Abmas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dengan dukungan pengalaman serta dana dari Abmas dosen. “Intinya dengan adanya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, diharapkan ITS dapat membantu menyelesaikan permasalahan di tengah-tengah masyarakat,” urainya.

Adapun KKN Abmas tahun ini terdiri dari 185 tim dengan dukungan 1 – 5 orang dosen setiap timnya, ditambah 1.225 mahasiswa ITS yang tersebar di beberapa kabupaten atau kota di Provinsi Jatim dan NTB. Dalam pelaksanaanya, terdapat lima topik utama yang akan diangkat dalam KKN Abmas kali ini yang telah disesuaikan dengan keberadaan lima pusat kajian yang ada di ITS. Yakni _Suistanable Development Goals_ (SDGs); Potensi Daerah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM); Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (KPBI); Pusat Kajian Halal (PKH); dan Teknologi Tepat Guna (TTG). “Nantinya di setiap topik memiliki peta konsep pengabdian, kawasan binaan, serta mitra masing-masing,” tutur dosen Departemen Teknik Geomatika ini.

Salah satu mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS, Marisa Asrietd Hafied, yang turut bergabung dalam kegiatan KKN Abmas di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ahsan, Kabupaten Jombang mengaku sangat senang karena dapat mempelajari hal baru di sana seperti mempelajari tentang tanaman hidroponik serta bagaimana berinteraksi dengan masyarakat secara langsung. “Selain itu, masyarakat Ponpes Al-Ahsan menerima kami dengan ramah, sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Tim BUMI IBOE sebagai salah satu mitra yang bekerja sama dengan ITS dalam KKN Abmas di Desa Kalipait, Kabupaten Banyuwangi turut bangga karena mendapatkan banyak pengalaman untuk terjun langsung di masyarakat. Di antaranya memberikan pelatihan finansial literasi secara daring, kerja bakti, hingga mendaftarkan kartu prakerja untuk warga di sana.

Pada kesempatan ini, Lalu berharap, mahasiswa ITS bisa memanfaatkan KKN kali ini sebagai salah satu metode pembelajaran sosial di masyarakat. “Dan selama KKN, para mahasiswa harus tetap menjaga nama baik ITS karena mereka adalah duta kita di masyarakat,” pungkas Lalu. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar