Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

1.000 Orang di Ponorogo Tes Rapid Antigen Sebelum Vaksinasi

Salah satu peserta menjalani tes rapid antigen sebelum vaksinasi. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada pemandangan yang tak biasa dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 hari Jumat (10/9) ini. Vaksinasi yang digelar di dua tempat, yakni gedung Sasana Praja dan Graha Watu Dakon IAIN Ponorogo, seluruh peserta dilakukan tes rapid antigen sebelum vaksinasi. Hal tersebut dilakukan sebagai testing dan screening awal untuk vaksinasi.

“Tes rapid antigen untuk peserta ini dilakukan sebagai screening awal untuk vaksinasi,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo dr Mietha Ferdiana Putri, Jumat (10/9/2021).

Dengan tes rapid antigen ini, diharapkan ketika mereka divaksinasi, benar-benar dalam keadaan sehat dan tidak positif Covid-19. Kalau pun ada yang positif Covid-19 dari hasil screening ini, maka akan ditunda vaksinasi dan diserahkan ke petugas puskesmas kecamatan dari alamat asal mereka.

“Kalau ada peserta yang positif, ya vaksinasinya ditunda dulu, harus menjalani isolasi mandiri (isoman) dipantau petugas puskesmas setempat,” katanya.

Ada sekitar 1.000 siswa tingkat SMA atau SMK yang menjalani tes rapid antigen pada vaksinasi kali ini. Mietha menyebut sebenarnya ada 4.300 targetnya yang disasar untuk screening rapid antigen dalam vaksinasi. Namun karena kebanyakan santri dan waktunya dadak, maka untuk menggerakannya yang sulit.

“Tadi bisa divaksin semua, karena hasil rapid antigennya 0 positif,” ungkap Mietha.

Mietha menjelaskan jika testing massal yang dilakukan pada peserta vaksinasi tersebut, dilakukan sesuai target dari Pemerintah Pusat berdasarkan PPKM level yang disandang Kabupaten Ponorogo. Dengan screening pra vaksinasi yang dilakukan Dinkes Ponorogo ini, status mereka lebih jelas negatif atau positif Covid-19.

“Screening pra vaksinasi dan dilanjutkan vaksinasi ini juga terhubung dengan aplikasi peduli lindungi,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar